Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Minyak Dunia Tergelincir Akibat Melemahnya Permintaan

Ekonomi minyak mentah
Antara • 31 Maret 2020 08:01
New York: Harga minyak dunia tergelincir pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Pelemahan terjadi karena kekhawatiran atas pelemahan permintaan minyak mentah meningkat di tengah penyebaran cepat virus korona di seluruh dunia.
 
Mengutip Antara, Selasa, 31 Maret 2020, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun USD1,42 menjadi berakhir pada USD20,09 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini penyelesaian kontrak bulan depan terendah sejak Februari 2002, menurut Dow Jones Market Data.
 
Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei turun sebanyak USD2,17 menjadi USD22,76 per barel di London ICE Futures Exchange.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perkiraan untuk sisi permintaan sedang direvisi turun hampir setiap hari, sementara di sisi pasokan masih belum ada tanda-tanda rekonsiliasi antara Arab Saudi dan Rusia," kata Analis Energi Commerzbank Research Eugen Weinberg, dalam sebuah catatan.
 
Permintaan minyak dapat turun sebanyak 20 juta barel per hari atau 20 persen, tahun ini, mengingat bahwa tiga miliar orang di dunia dikunci tinggal di rumah, Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol memperingatkan pekan lalu.
 
Awal bulan ini, kegagalan untuk mencapai kesepakatan tentang pengurangan produksi minyak antara Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dipimpin oleh Rusia, telah memicu kekhawatiran kemungkinan perang harga.
 
Pasar minyak telah terperangkap antara jatuhnya permintaan secara dramatis akibat pandemi virus korona dan perang harga antara Arab Saudi dan Rusia, Arab Saudi, anggota utama OPEC, dan Rusia telah mengumumkan peningkatan signifikan dalam produksi minyak mereka, sehingga membanjiri pasar yang telah kelebihan pasokan.
 
"Kami memiliki keraguan tentang apakah Arab Saudi akan membiarkan dirinya dibujuk dengan mudah untuk kembali dari jalur balas dendam yang baru-baru ini dimulai," kata analis Commerzbank, Eugen Weinberg, merujuk pada perang harga yang dilakukan antara Rusia dan Arab Saudi.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif