Ilustrasi Bank Dunia - - dok AFP
Ilustrasi Bank Dunia - - dok AFP

Tahap Awal

Dana Covid-19 Bank Dunia Dikucurkan ke Kamboja hingga India

Ekonomi bank dunia Berita Virus Corona Hari Ini
Eko Nordiansyah • 03 April 2020 13:18
Jakarta: Pendanaan proyek awal Bank Dunia sebesar USD160 miliar atau sekitar Rp2.624 triliun (kurs Rp 16.400 per USD) untuk membantu negara-negara di dunia menghadapi pandemi virus korona (covid-19) ke negara Kamboja, Haiti, Ethiopia, Pakistan, hingga India.
 
"Paket respons cepat ini akan menyelamatkan nyawa dan membantu mendeteksi, mencegah dan merespons covid-19 di negara-negara yang dilayani," kata Direktur Operasional Bank Dunia Axel van Trotsenburg dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 3 April 2020
 
Untuk proyek awal yang disetujui adalah pendanaan USD82 juta ke Ethiopia dalam mengatasi kebutuhan kritis dan kesiapsiagaan terhadap pandemi covid-19. Termasuk penyediaan peralatan medis vital, pengembangan kapasitas sistem kesehatan, dan dukungan untuk membangun pusat perawatan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Republik Demokratik Kongo mendapatkan USD47 juta untuk menerapkan strategi penahanan, melatih staf medis dan menyediakan peralatan dalam deteksi kasus atau pelacakan kontak.
 
Selanjutnya dana sebesar USD26,9 juta diberikan ke Mongolia untuk pelatihan dokter perawatan darurat, perawat, dan paramedis; membeli peralatan dan perlengkapan medis dan laboratorium; merehabilitasi fasilitas perawatan kesehatan; serta memperkuat kapasitas negara dalam merespons krisis kesehatan.
 
Kemudian Bank Dunia mengalokasikan USD20 juta untuk Kamboja. Di antaranya membangun laboratorium dan pusat isolasi dan perawatan di 25 rumah sakit rujukan provinsi, serta membekali mereka dengan pengujian dan pasokan medis.
 
Di Tajikistan, dana USD11,3 juta kan digunakan untuk memperluas kapasitas perawatan intensif melalui peralatan, persediaan, dan pelatihan, serta mendukung koordinasi dengan masyarakat. Rumah tangga yang paling rentan juga akan dilindungi melalui bantuan sosial sementara.
 
Untuk Republik Kyrgyzstan, Bank Dunia memberikan dana sebesar USD12,15 juta dalam meningkatkan kapasitas tim respons cepat, rumah sakit dan laboratorium dengan menyediakan pasokan medis dan laboratorium, peralatan ICU, dan dana kesiapsiagaan untuk rumah sakit.
 
Sementara Haiti, negara termiskin di kawasan Amerika Latin dan Karibia akan mendapat manfaat dari hibah IDA USD20 juta untuk meminimalkan transmisi covid-19 melalui lebih banyak pengujian deteksi dini dan tim respons cepat dalam mengatasi wabah. Pendanaan juga akan memobilisasi staf kesehatan tambahan dan menyediakan peralatan bagi perawatan pasien.
 
Di Ekuador, USD20 juta akan membantu membiayai persediaan medis untuk kasus covid-19 dan melengkapi lebih banyak unit perawatan intensif dan ruang isolasi. Dukungan tersebut juga untuk membiayai strategi komunikasi nasional dan penyebaran pesan-pesan pencegahan dan perlindungan dalam jangka pendek dan menengah.
 
Hibah IDA senilai USD26,9 juta juga akan dilaksanakan dalam kemitraan dengan WHO untuk membantu Yaman membatasi penyebaran dan mengurangi risiko yang terkait dengan covid-19. Bank Dunia juga mendukung implementasi Rencana Kesiapsiagaan Djibouti dengan USD5 juta dalam kredit IDA. Dukungan akan fokus pada kebutuhan mendesak dan respons terhadap pandemi, sambil membantu memperkuat sistem kesehatan di seluruh negeri.
 
Selain itu, Bank Dunia memberikan USD100 juta yang akan mendukung Afghanistan dalam memperlambat dan membatasi penyebaran covid-19 melalui peningkatan deteksi, pengawasan, dan sistem laboratorium, serta memperkuat pemberian perawatan kesehatan yang penting dan perawatan intensif.
 
Di India, pendanaan darurat USD1 miliar akan mendukung penyaringan, pelacakan kontak, dan diagnostik laboratorium yang lebih baik; pengadaan peralatan pelindung pribadi; dan mengatur bangsal isolasi baru.
 
Sedangkan dana USD200 juta akan mendukung kesiapsiagaan dan tanggap darurat Pakistan di sektor kesehatan dan termasuk perlindungan sosial dan langkah-langkah pendidikan untuk membantu orang miskin dan rentan mengatasi dampak langsung pandemi.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif