Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Kenaikan Stok AS Tekan Harga Minyak Dunia

Ekonomi Minyak Mentah
Angga Bratadharma • 08 Oktober 2020 08:15
New York: Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), setelah data menunjukkan stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) meningkat pada minggu lalu. Administrasi Informasi Energi AS melaporkan persediaan minyak mentah AS meningkat 0,5 juta barel selama pekan yang berakhir 2 Oktober.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 8 Oktober 2020, West Texas Intermediate untuk pengiriman November kehilangan 72 sen menjadi USD39,95 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun 66 sen menjadi USD41,99 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Berita bahwa Presiden AS Donald Trump bermaksud untuk menunda pembicaraan tentang bantuan ekonomi hingga setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) juga membebani harga minyak mentah. Tentu diharapkan ada sejumlah katalis positif yang bisa mendukung pergerakan harga minyak dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat tajam pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Penguatan terjadi karena Wall Street terus mencari petunjuk tentang paket stimulus bantuan virus korona, sambil mencerna risalah yang baru dirilis dari pertemuan September oleh Federal Reserve.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 530,7 poin atau 1,91 persen menjadi 28.303,46. Sedangkan S&P 500 naik 58,49 poin atau 1,74 persen menjadi 3.419,44. Kemudian indeks Komposit Nasdaq naik 210 poin atau 1,88 persen menjadi 11.364,6.
 
Semua 11 sektor utama S&P 500 menguat, dengan sektor bahan dan konsumen masing-masing naik 2,62 persen dan 2,47 persen, memimpin kenaikan. Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian diperdagangkan lebih tinggi, dengan sembilan dari 10 saham teratas menurut bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.
 
Sedangkan pejabat Federal Reserve AS menyatakan keprihatinannya karena pemulihan ekonomi AS dapat goyah jika Kongres gagal menyetujui kesepakatan tambahan bantuan virus korona, menurut risalah pertemuan kebijakan terbaru Fed. Bahkan, pejabat Fed percaya meski ekonomi AS pulih, tetap ada ancaman yang berkelanjutan.
 
"Para peserta terus melihat ketidakpastian seputar prospek ekonomi yang sangat tinggi. Dengan arah ekonomi yang sangat bergantung pada pergerakan virus yaitu pada bagaimana individu, bisnis, dan pejabat publik menanggapinya serta pada efektivitas langkah-langkah kesehatan yang dilakukan masyarakat untuk mengatasinya," kata risalah Fed.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif