Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Aksi Jual Saham Teknologi Berlanjut, Wall Street Tergelincir

Ekonomi Wall Street
Angga Bratadharma • 05 September 2020 07:36
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih rendah pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena investor terus melakukan aksi jual di saham teknologi. Kemudian investor juga terus mencermati pergerakan kasus infeksi covid-19 yang terus melonjak di AS.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 5 September 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun 159,42 poin atau 0,56 persen menjadi di 28.133,31, setelah diperdagangkan 600 poin lebih rendah di awal sesi. S&P 500 turun 28,10 poin atau 0,81 persen menjadi 3.426,96. Indeks Komposit Nasdaq turun 144,97 poin atau 1,27 persen menjadi 11.313,13.
 
Saham teknologi utama melemah. Saham Facebook, Amazon, dan Google-parent Alphabet semuanya merugi lebih dari dua persen. Netflix dan Microsoft masing-masing turun 1,8 persen dan 1,4 persen. Sektor teknologi S&P 500 merosot 1,34 persen, menyusul penurunan 5,83 persen di sesi sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan enam dari 10 saham teratas, menurut bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang terdaftar di S&P AS, mengakhiri hari dengan catatan suram.
 
Di sisi lain, investor meneliti data pekerjaan AS yang baru dirilis. Pengusaha AS menambahkan 1,4 juta pekerjaan pada Agustus, dan tingkat pengangguran turun menjadi 8,4 persen, karena pasar tenaga kerja yang dilanda pandemi terus perlahan pulih, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan.
 
Ekonom yang disurvei Dow Jones telah memperkirakan pertumbuhan 1,32 juta pekerjaan dan tingkat pengangguran turun menjadi 9,8 persen dari 10,2 persen di Juli. Tingkat pengangguran AS sebelumnya melonjak ke rekor 14,7 persen di April.
 
Sementara itu, Australia jatuh ke dalam resesi untuk pertama kalinya dalam lebih dari 28 tahun. Negeri Kanguru itu bergabung dengan negara-negara besar lainnya seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Jerman setelah pandemi virus covid-19 menghancurkan ekonomi dunia.
 
Produk Domestik Bruto (PDB) Australia menyusut tujuh persen pada kuartal kedua setelah melemah 0,3 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini. Kemerosotan kuartal kedua adalah yang terbesar sejak pencatatan dimulai pada 1959 dan diperkirakan hanya dilampaui oleh kontraksi 9,5 persen pada 1930 selama Depresi Besar.
 
Bendahara Australia Josh Frydenberg menjelaskan bahwa rekor pertumbuhan ekonomi selama 28 tahun berturut-turut telah secara resmi berakhir. "Ini adalah hari yang menghancurkan bagi Australia," kata Perdana Menteri Scott Morrison kepada parlemen.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif