Wallstreet. Foto ; AFP.
Wallstreet. Foto ; AFP.

Wall Street Merosot Terseret kekhawatiran Omicron dan Tapering Fed

Ekonomi Wall Street The Fed Ekonomi Indonesia Omicron
Antara • 04 Desember 2021 08:42
New York: Wall Street terkoreksi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dengan Nasdaq memimpin penurunan karena mereka bergulat dengan ketidakpastian di sekitar varian virus korona terbaru Omicron.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 59,71 poin atau 0,17 persen menjadi 34.580,08. Indeks S&P 500 kehilangan 38,67 poin atau 0,84 persen menjadi 4.538,43. Indeks Komposit Nasdaq anjlok 295,85 poin atau 1,92 persen menjadi 15.085,47.
 
Indeks S&P, Dow  dan Nasdaq semuanya mencatat penurunan selama seminggu di mana mereka berayun liar dari hari ke hari karena investor bereaksi terhadap berita Omicron dan komentar Powell.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk minggu ini, S&P jatuh 1,2 persen merupakan penurunan mingguan kedua berturut-turut. Sementara Nasdaq anjlok 2,62 persen, juga kerugian minggu kedua berturut-turut. Sementara indeks Dow melemah 0,92 persen dalam penurunan mingguan keempat berturut-turut.
 
Setelah dibuka lebih tinggi, Wall Street menghabiskan sisa sesi dalam kelesuan dan indeks volatilitas yang meningkat menyoroti kecemasan investor.
 
Laporan Departemen Tenaga Kerja AS, menjelang pembukaan sesi, menunjukkan bahwa pertumbuhan pekerjaan nonpertanian naik lebih rendah dari yang diperkirakan pada November, tingkat pengangguran turun menjadi 4,2 persen, terendah sejak Februari 2020, dan upah meningkat. Secara terpisah, ukuran aktivitas industri jasa AS mencapai rekor tertinggi pada November.
 
Kedua data itu tampaknya mempengaruhi ekspektasi investor untuk langkah Fed selanjutnya menuju pengetatan kebijakannya. Ketua Fed Jerome Powell mengatakan minggu ini bahwa bank sentral akan mempertimbangkan penghentian lebih cepat program pembelian obligasi, mendorong spekulasi bahwa kenaikan suku bunga juga akan dimajukan.

 
"Tidak cukup dalam laporan pekerjaan untuk menghalangi The Fed mempercepat tapering dan (itu) membuka pintu untuk kenaikan suku bunga yang lebih cepat daripada yang mungkin diantisipasi pasar," kata Steve Sosnick, strategi di Interactive Brokers, dikutip dari Antara, Sabtu, 4 Desember 2021. 

Selain itu, ia menunjukkan kekhawatiran bahwa varian Omicron tampaknya menyebar lebih cepat daripada Delta, versi terakhir dari covid-19 yang paling umum. Jumlah negara yang melaporkan kasus Omicron terus meningkat pada Jumat, 3 Desember 2021 tetapi masih ada sedikit kejelasan tentang tingkat keparahan penyakit atau tingkat perlindungan yang diberikan oleh vaksin covid-19 yang ada.
 
Dalam indikasi yang jelas dari kegelisahan investor, pengukur ketakutan Wall Street, indeks Volatilitas Pasar CBOE, naik di atas 35, dalam perdagangan sore, untuk pertama kalinya sejak akhir Januari. Namun, indeks memangkas beberapa kenaikannya menjadi ditutup naik 9,7 poin pada 30,67.
 
Sementara itu, sektor utama S&P 500 yang berkinerja lebih baik adalah sektor konsumen yang defensif, ditutup naik 1,4 persen, serta sektor utilitas bertambah 1,0 persen, diikuti oleh perawatan kesehatan naik 0,25 persen.

 
Pada akhir sesi, sektor consumer discretionary, jatuh 1,8 persen, menjadi pencetak kerugian sektoral terbesar, diikuti oleh sektor teknologi yang terpangkas 1,65 persen. Penurunan termasuk saham-saham kelas berat seperti Tesla yang anjlok 6,0 persen, Nvidia merosot 4,0 persen serta Apple Inc dan Microsoft kehilangan lebih dari satu persen.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif