Ilustrasi. FOTO: Xinhua/Wang Ying
Ilustrasi. FOTO: Xinhua/Wang Ying

Reli Saham Energi Dorong Wall Street Merekah

Ekonomi Wall Street
Angga Bratadharma • 13 Januari 2021 07:27
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), didukung oleh keuntungan yang solid di sektor energi. Sedangkan para investor terus mencermati perkembangan kasus lonjakan covid-19 yang terus bertambah dan program vaksinasi.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 13 Januari 2021, indeks Dow Jones Industrial Average menguat sebanyak 60,00 poin atau 0,19 persen menjadi 31.068,69. Sedangkan S&P 500 naik 1,58 poin atau 0,04 persen menjadi 3.801,19. Kemudian indeks Komposit Nasdaq melonjak sebanyak 36,00 poin atau 0,28 persen menjadi 13.072,43.
 
Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di area hijau dengan sektor energi menguat sebanyak 3,5 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan sektor layanan komunikasi tergelincir sebanyak 1,5 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan sembilan dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram. Pada Senin waktu setempat, rata-rata indeks utama saham Wall Street turun karena ketidakpastian politik membayangi pasar.
 
Di sisi lain, Pemerintahan Joe Biden dinilai akan sulit untuk bergabung kembali dengan kesepakatan perdagangan Trans-Pacific Partnership (TPP) usai era liberalisasi perdagangan berakhir. TPP adalah kesepakatan perdagangan besar yang dinegosiasikan oleh mantan Presiden AS Barack Obama dan 11 negara lainnya, yang mengecualikan Tiongkok.
 
Dalam format aslinya, kesepakatan TPP -yang ditandatangani pada 2016- akan menjadi perjanjian perdagangan terbesar di dunia, mencakup hampir 40 persen ekonomi global. Tetapi TPP dikritik secara luas di AS, dan tidak pernah lolos dari Kongres. Presiden Donald Trump akhirnya menarik AS keluar dari perjanjian perdagangan besar pada 2017.
 
Dane Chamorro, seorang mitra di Control Risks, menilai ada kemungkinan untuk Biden bergabung kembali dengan kesepakatan perdagangan TPP. "Tapi Anda harus berpikir secara politis, di kedua sisi lorong, gagasan sekarang tentang lebih banyak liberalisasi perdagangan benar-benar tidak terlalu populer," tuturnya.
 
"Menurut saya era itu telah berlalu, pada tingkat multilateral. Saya pikir era itu telah berlalu dari Amerika Serikat untuk beberapa periode waktu. Saya pikir ini sangat sulit, jika Anda seorang anggota Kongres atau senator, terlepas dari partai mana Anda berasal, itu sangat sulit. Saya tidak berpikir itu akan menjadi prioritas utama," tambah Chamorro.
 
Trump sebelumnya telah meminta manufaktur AS dibawa kembali yang merefleksikan penilaian yang berkembang di seluruh negeri bahwa kesepakatan perdagangan internasional telah merugikan Amerika Serikat. Sementara itu, setelah penarikan AS, 11 negara anggota yang tersisa menegosiasikan ulang dan mengubah nama kesepakatan pada 2018.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif