Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Ketidakpastian Pilpres AS Dorong Emas Dunia Pamer Pesona

Ekonomi Harga Emas ekonomi dunia
Antara • 09 Oktober 2020 07:43
Chicago: Emas berjangka naik tipis pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Penguatan didorong oleh ketidakpastian seputar Pemilihan Presiden (Pilpres) AS dan spekulasi bahwa stimulus baru akan mendorong pergerakan inflasi.
 
Mengutip Antara, Jumat, 9 Oktober 2020, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Mercantile Exchange menguat USD4,3 atau 0,23 persen menjadi USD1.895,10 per ons, menghentikan kerugian selama dua hari berturut-turut.
 
Emas berjangka terpangkas USD18 atau 0,94 persen menjadi USD1.890,80 pada Rabu, 7 Oktober. Sebelumnya jatuh USD11,3 atau 0,59 persen menjadi USD1.908,80 pada Selasa, 6 Oktober. Serta terangkat USD12,5 atau 0,66 persen menjadi USD1.920,10 pada Senin, 5 Oktober.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sementara itu ada peningkatan selera risiko yang cukup kuat dengan dolar yang lebih tinggi juga membeban. Ekspektasi inflasi menjaga emas tetap didukung," kata Kepala Strategi Komoditas TD Securities Bart Melek.
 
"Kami tidak mengatakan bahwa akan ada masalah inflasi segera, tetapi kekhawatirannya adalah jika kebijakan berlanjut dan diulangi setelah pemilihan, maka kami kemungkinan akan melihat dolar yang lebih rendah dan nilai tukar riil yang kemungkinan akan bergerak lebih rendah," tambahnya.
 
Emas juga mendapat dukungan setelah sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan klaim pengangguran awal AS turun hanya 9.000 menjadi 840 ribu pada pekan yang berakhir 3 Oktober, lebih tinggi dari yang diperkirakan 820 ribu.
 
Sementara itu saham-saham dunia menuju ke level tertinggi satu bulan karena harapan untuk lebih banyak stimulus mengimbangi meningkatnya jumlah kasus virus korona dan lockdown di Eropa, yang pada gilirannya membatasi kenaikan harga emas.
 
Tapi, emas masih melonjak 24 persen sepanjang tahun ini, didorong oleh stimulus pemerintah dan bank sentral yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh dunia untuk menghidupkan kembali ekonomi karena dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan perlindungan yang aman selama ketidakpastian ekonomi dan politik.
 
"Ini (emas) akan bergerak lebih tinggi, akan menjadi tidak stabil. Itu akan menjadi kenyataan untuk bulan depan menjelang pemilihan, itu akan menjadi benar untuk dua bulan setelah pemilihan," kata Jeffrey Christian, mitra pengelola CPM Group.
 
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun dua sen atau 0,08 persen menjadi USD23,876 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari turun sebanyak USD2,8 atau 0,32 persen menjadi USD864 per ons.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif