Rencana stimulus Eropa telah mengubah pandangan banyak investor di kawasan itu. Foto:  AFP
Rencana stimulus Eropa telah mengubah pandangan banyak investor di kawasan itu. Foto: AFP

Rencana Stimulus Eropa Ubah Pandangan Investor

Ekonomi investor uni eropa virus corona
Nia Deviyana • 06 September 2020 10:59
Uni Eropa: Rencana stimulus Eropa yang belum pernah terjadi sebelumnya telah mengubah pandangan banyak investor di kawasan itu.
 
Sebelumnya, investor sering mengkritik Eropa karena kurangnya koordinasi dan kelembagaan yang lemah, terutama sejak krisis utang negara mengguncang blok tersebut.
 
Namun, menurut kepala Mekanisme Stabilitas Eropa Klaus Regling, ada pendapat berbeda di pasar saat ini, setelah Uni Eropa setuju untuk bersama-sama mengumpulkan dana guna mengatasi krisis akibat pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Banyak orang di pasar mengatakan kepada saya, 'Kami lebih positif sekarang daripada 10 tahun terakhir', karena reaksi cepat, volume uang yang besar, dan koordinasi yang baik," kata Regling seperti dilansir CNBC International, Minggu, 6 September 2020.
 
Pada Mei, dua bulan setelah kebijakan lockdown diberlakukan di seluruh Eropa, Uni Eropa (UE) mengumumkan langkah-langkah stimulus pertamanya untuk mendukung negara-negara yang menghadapi guncangan ekonomi.
 
Begitu juga pada Juli, ketika 27 negara UE mengumumkan bahwa mereka akan mengumpulkan 750 miliar euro (USD888 miliar) untuk berinvestasi di seluruh kawasan. Rencana tersebut masih memiliki beberapa rintangan legislatif yang harus diatasi, tetapi ini menandai pertama kalinya kelompok negara tersebut setuju untuk menerbitkan hutang bersama dalam jumlah yang sangat besar.
 
Pasar menyambut baik langkah tersebut, dan beberapa menyebutnya sebagai "Hamiltonian moment" di Eropa, mengacu pada kesepakatan yang dibuat oleh Menteri Keuangan pertama AS Alexander Hamilton yang mengubah utang negara bagian menjadi kewajiban bersama serikat federal.
 
Beberapa percaya kesepakatan itu membuka kebijakan penerbitan utang bersama jika terjadi krisis di masa depan.
 
Kendati demikian, Regling juga mencatat bahwa respons global terhadap krisis covid-19 kurang terkoordinasi dibandingkan dengan krisis keuangan global 2008.
 
"Tapi tentu saja kami tahu mengapa kali ini sangat berbeda," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif