Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Dolar AS Melempem

Ekonomi dolar as
Angga Bratadharma • 19 Mei 2020 09:00
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) tergelincir pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Pelemahan terjadi karena selera risiko meningkat di tengah pelonggaran penguncian di tengah pandemi virus korona oleh negara-negara besar yang akhirnya mengurangi permintaan untuk mata uang safe-haven.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 19 Mei 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,74 persen pada 99,6627. Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,0913 dari USD1,0813 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2194 dari USD1,2118 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik menjadi USD0,6515 dibandingkan dengan USD0,6417. Dolar AS membeli 107,40 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 107,30 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9727 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9722 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3961 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,4108 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat melonjak pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Penguatan tajam terjadi karena investor mengamati beberapa berita yang menggembirakan tentang potensi vaksin virus korona.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 911,95 poin atau 3,85 persen menjadi 24.597,37. Kemudian S&P 500 naik 90,21 poin atau 3,15 persen menjadi 2.953,91. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq meningkat 220,27 poin atau 2,44 persen menjadi 9.234,83.
 
Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih tinggi, dengan sektor energi dan industri masing-masing naik 7,55 persen dan 6,61 persen, melampaui yang lainnya. Saham Moderna melonjak hampir 20 persen setelah perusahaan biotek AS itu mengumumkan data klinis terkait hasil sementara yang positif untuk vaksin virus korona.
 
Wall Street juga memerhatikan komentar terakhir dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Adapun Powell mengatakan ekonomi AS akan pulih dari pandemi covid-19, tetapi prosesnya dapat berlangsung hingga akhir 2021. Kondisi semacam ini tentu harus menjadi perhatian agar tidak memberikan sentimen negatif.
 
"Dengan asumsi tidak ada gelombang kedua dari virus korona, saya pikir Anda akan melihat perekonomian pulih dengan mantap pada paruh kedua tahun ini," kata Powell, di CBS Face the Nation.
 
Pada Senin sore, lebih dari 1,5 juta kasus covid-19 yang telah dikonfirmasi telah dilaporkan di Amerika Serikat, dengan lebih dari 90 ribu kematian, menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem di Universitas Johns Hopkins. Sejauh ini, Pemerintah AS terus berupaya agar penyebaran covid-19 bisa ditekan sedemikian rupa.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif