Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson. Foto : AFP.
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson. Foto : AFP.

PM Inggris Ancam Uni Eropa Sepakati Kesepakatan Dagang

Ekonomi inggris uni eropa
Arif Wicaksono • 07 September 2020 12:22
London: Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson menjelaskan bahwa Inggris telah menetapkan batas waktu 15 Oktober 2020 untuk mencapai kesepakatan perdagangan bebas dengan Uni Eropa. Jika tidak ada yang disetujui, maka kedua belah pihak harus berjalan dengan kesepakatan yang sudah ada.
 
Inggris meninggalkan Uni Eropa pada 31 Januari 2020, tetapi hanya ada sedikit kemajuan dalam kesepakatan perdagangan baru setelah pengaturan transisi status quo berakhir pada Desember. Johnson akan mengatakan tidak ada gunanya memikirkan jadwal setelah 15 Oktober 2020.
 
"Jika kita tidak bisa setuju saat itu, maka saya tidak melihat akan ada perjanjian perdagangan bebas di antara kita, dan kita harus menerima itu dan melanjutkan," kata Boris Johnson dikutip dari Channel News Asia, Senin, 7 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jika tidak ada kesepakatan yang disepakati, Inggris akan memiliki hubungan perdagangan dengan blok seperti Australia, yang akan menjadi hasil yang baik.
 
"Sebagai pemerintah kami sedang mempersiapkan, di perbatasan kami dan di pelabuhan kami, siap untuk itu. Kami akan memiliki kendali penuh atas hukum kami, aturan kami, dan perairan penangkapan ikan kami," tambah dia.
 
Dalam hal ini, Inggris akan siap untuk menemukan akomodasi yang masuk akal dengan blok tersebut pada masalah-masalah praktis seperti penerbangan, transportasi truk atau kerjasama ilmiah, menurut kutipan tersebut.
 
Negosiator Brexit Inggris David Frost mengatakan pada Minggu bahwa Inggris tidak takut akan keluar tanpa kesepakatan pada akhir tahun.
 
Johnson akan mengatakan masih ada kesepakatan yang harus dicapai berdasarkan perjanjian perdagangan bebas standar jika UE siap untuk memikirkan kembali posisinya saat ini.
 
"Tapi kami tidak bisa dan tidak akan berkompromi pada dasar-dasar tentang apa artinya menjadi negara merdeka untuk mendapatkannya," katanya.
 
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves le Drian mengatakan kesepakatan tentang perdagangan harus segera dicapai dan dia menyalahkan kebuntuan itu pada sikap Inggris.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif