Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Biden Berencana Kucurkan Banyak Stimulus, Emas Dunia Merekah

Ekonomi Harga Emas Ekonomi Amerika ekonomi dunia
Antara • 14 Januari 2021 07:44
Chicago: Harga emas menguat pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), bangkit dari penurunan sehari sebelumnya. Penguatan Didukung oleh data yang menunjukkan kenaikan harga konsumen di Amerika Serikat dan ekspektasi bahwa lebih banyak stimulus fiskal dari pemerintahan Joe Biden dapat memicu inflasi yang lebih tinggi.
 
Mengutip Antara, Kamis, 14 Januari 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, terangkat USD10,7 atau 0,58 persen menjadi USD1.854,90 per ons. Sehari sebelumnya, Selasa, 12 Januari, emas berjangka merosot USD6,6 atau 0,36 persen menjadi USD1.844,20.
 
Emas berjangka terangkat USD15,4 atau 0,84 persen menjadi USD1.850,80 pada Senin, 11 Januari, setelah terjun USD78,2 atau 4,09 persen menjadi USD1.835,40 pada Jumat, 8 Januari. Ini merupakan penyelesaian emas berjangka terendah sejak 14 Desember, serta persentase kerugian satu hari terburuk untuk kontrak paling aktif sejak 9 November.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, mengatakan ekspektasi untuk lebih banyak stimulus, inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dan pembelian safe-haven yang didorong oleh lingkungan politik di Amerika Serikat mempertahankan dukungan untuk emas.
 
Departemen Tenaga Kerja mengatakan indeks harga konsumen naik 0,4 persen pada bulan lalu setelah naik 0,2 persen pada November. "Ini menunjukkan bahwa ada sedikit kenaikan inflasi, yang selalu mendukung emas," kata Haberkorn.
 
Tetapi membatasi kenaikan emas, dolar menguat dan patokan imbal hasil obligasi AS 10-tahun melayang mendekati level tertinggi mereka dalam hampir 10 bulan.
 
Emas umumnya dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang dapat dihasilkan dari stimulus yang meluas. Namun, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi telah menantang status itu baru-baru ini karena meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
 
"Posisi puas dalam emas sedang terguncang, itu akibat langsung dari sapuan biru (Demokrat) yang memaksa pasar untuk memperkirakan peningkatan substansial dalam pasokan surat utang negara," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.
 
Presiden terpilih AS Biden mengatakan dia akan mengungkapkan rencana pada Kamis waktu setempat untuk memberikan dukungan triliunan dolar bagi ekonomi Amerika saat negara itu bergulat dengan krisis virus corona.
 
Gubernur Federal Reserve Lael Brainard mengatakan laju pembelian obligasi Fed saat ini akan berlanjut cukup lama, sebuah sinyal bahwa Fed bersedia membiarkan inflasi meningkat. Investor juga memantau pemungutan suara DPR AS tentang pemakzulan kedua Presiden AS Donald Trump.
 
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik sebanyak 13,7 sen atau 0,54 persen menjadi USD25,572 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman April naik sebanyak USD42,9 atau 4,02 persen menjadi USD1.110,7 per ons.
 
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif