Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Stimulus Covid-19 Tidak Menentu, Dolar AS Kehilangan Tenaga

Ekonomi ekonomi amerika Dolar AS
Angga Bratadharma • 24 Oktober 2020 10:29
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena pelaku pasar terus memantau perkembangan mengenai stimulus tambahan virus korona AS. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,19 persen menjadi 92,7741.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 24 Oktober 2020, pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1857 dari USD1,1817 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3034 dari USD1,3077 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7134 dari USD0,7112.
 
Sedangkan dolar AS dibeli 104,73 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 104,87 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9044 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9072 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3144 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3142 dolar Kanada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para investor masih menunggu petunjuk lebih lanjut tentang paket bantuan covid-19 AS yang baru. Presiden AS Donald Trump dan mantan Wakil Presiden Joe Biden pada Kamis malam menyalahkan partai masing-masing karena gagal mencapai kesepakatan bantuan covid-19, ketika keduanya berhadapan dalam debat Presiden terakhir sebelum Hari Pemilihan.
 
"Jika kesepakatan (paket bantuan covid-19 yang baru) memiliki peluang untuk disahkan sebelum pemilihan, kemungkinan itu akan perlu dilakukan pada akhir minggu sehingga dapat dipilih oleh Senat," kata Analis Zacks Investment Research Kevin Matras.
 
Di sisi lain, bursa saham Wall Street berakhir bervariasi pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Kondisi itu terjadi karena investor terus memantau perkembangan mengenai negosiasi stimulus tambahan virus korona Amerika Serikat (AS) dan mencerna beberapa laporan pendapatan perusahaan.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 28,09 poin atau 0,10 persen menjadi 28.335,57. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 11,90 poin atau 0,34 persen menjadi 3.465,39. Kemudian indeks Komposit Nasdaq naik 42,28 poin atau 0,37 persen menjadi 11.548,28.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup menguat, dengan layanan komunikasi naik 1,07 persen, melampaui sisanya. Energi tergelincir 0,55 persen, kelompok dengan kinerja terburuk. Saham Intel anjlok lebih dari 10 persen setelah perusahaan melaporkan pendapatan kuartal ketiga yang mengungkapkan penurunan tak terduga di segmen pusat datanya.
 
Sementara itu, perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan enam dari 10 saham teratas berdasarkan bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis. Pergerakan itu terjadi karena ketidakpastian atas stimulus AS terus berlanjut.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif