Xiaomi. Foto : Xiaomi.
Xiaomi. Foto : Xiaomi.

AS Hapus Xiaomi dari Daftar Blacklist

Ekonomi Amerika Serikat xiaomi joe biden
Arif Wicaksono • 12 Mei 2021 21:32
Shanghai: Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) akan menghapus Xiaomi Corp China dari daftar hitam pemerintah. Menurut pengajuan pengadilan, hal ini menandai upaya pembalikan dari Pemerintahan Joe Biden.
 
Dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 12 Mei 2021, pengajuan tersebut menyatakan bahwa kedua pihak akan setuju untuk menyelesaikan proses pengadilan mereka yang sedang berlangsung tanpa perselisihan lebih lanjut. Sehingga mengakhiri perselisihan singkat dan kontroversial antara perusahaan perangkat keras dan Washington yang semakin memperburuk hubungan Tiongkok-AS.
 
Seorang juru bicara Xiaomi mengatakan perusahaan sedang mengamati perkembangan terbaru dengan cermat, tanpa merinci lebih lanjut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saham perusahaan naik lebih dari enam persen di Hong Kong karena berita tentang keputusan itu menyebar. Harga saham perusahaan telah jatuh sekitar 20 persen sejak ditempatkan dalam daftar hitam pada Januari di hari-hari terakhir pemerintahan Trump.
 
Xiaomi termasuk di antara perusahaan teknologi Tiongkok yang lebih terkenal yang menjadi target mantan Presiden Donald Trump karena diduga memiliki hubungan dengan militer Tiongkok.
 
Trump telah menjadikan upaya melawan kebangkitan Beijing sebagai inti dari kebijakan ekonomi dan luar negeri pemerintahannya. Saingan smartphone lokal Xiaomi, Huawei Technologies, juga dimasukkan dalam daftar hitam ekspor pada 2019 dan dilarang mengakses teknologi penting asal AS. Tindakan tersebut secara efektif melumpuhkan divisi smartphone perusahaan.
 
Belakangan, Departemen Pertahanan AS memberlakukan pembatasan serupa pada Perusahaan Internasional Manufaktur Semikonduktor Tiongkok yang menjadi kunci kuat bagi kepentingan nasional Tiongkok untuk meningkatkan sektor cip domestiknya.
 
Doug Fuller, yang melacak sektor semikonduktor Tiongkok di City University of Hong Kong, mengatakan bahwa kemenangan Xiaomi merupakan upaya pemerintahan Biden untuk memperbaiki ekses kebijakan Trump di China saat masa jabatannya berakhir.
 
"Saya pikir itu pertanda bahwa Biden akan sedikit lebih lunak," katanya.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif