Presiden AS terpilih Joe Biden. FOTO: AFP
Presiden AS terpilih Joe Biden. FOTO: AFP

Perbaiki Ekonomi, Biden Diminta Tuntaskan Pandemi Covid-19

Ekonomi Virus Korona Ekonomi Amerika joe biden covid-19 pandemi covid-19
Angga Bratadharma • 20 Januari 2021 08:46
New York: Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih Joe Biden pada pekan lalu mengusulkan paket stimulus USD1,9 triliun yang merupakan bagian dari rencana ambisius untuk memerangi krisis ekonomi. Biden berupaya memulihkan ekonomi AS usai terhantam keras oleh pandemi covid-19
 
Tetapi banyak ekonom dan pemimpin bisnis setuju bahwa tidak ada jumlah bantuan pemerintah kepada individu dan usaha kecil yang dapat memperbaiki ekonomi sampai penyebab utama masalah yakni pandemi covid-19 bisa dikalahkan. Tidak ditampik, persoalan pandemi covid-19 memang sulit dituntaskan dalam waktu dekat.
 
Para ekonom berpendapat kombinasi dari rencana paket stimulus USD900 miliar yang sudah disahkan pada Desember 2020, dan rencana dari Presiden AS terpilih ini hanya dapat membantu ekonomi untuk terus 'melangkahi air' sampai pandemi terkendali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini adalah paket yang sangat besar, tetapi ini tentang membantu ekonomi tetap bersatu serta dapat bertahan bersama sampai akhir pandemi," kata Kepala Ekonom Moody's Analytics Mark Zandi, dilansir dari CNN, Rabu, 20 Januari 2021.
 
Zandi dan ekonom lainnya percaya bahwa Produk Domestik Bruto (PDB), ukuran terluas dari aktivitas ekonomi negara, dapat melonjak jika Biden mendapatkan paket lengkapnya segera setelah menjabat. Tetapi pertumbuhan pekerjaan akan jauh lebih teredam.
 
Ekonomi AS kehilangan 22 juta pekerjaan pada Maret dan April serta mengakhiri tahun dengan penurunan 14 ribu pekerjaan bersih. Adapun Moody memperkirakan data pekerjaan tidak akan pulih sepenuhnya hingga 2022, bahkan jika Biden mendapatkan paket lengkapnya.
 
"Kami mendapatkan banyak pertumbuhan dalam PDB di depan, tetapi akan membutuhkan waktu 18-24 bulan untuk mendapatkan semua pekerjaan itu kembali. Banyak orang tidak bisa kembali bekerja sampai pandemi bisa terkendali," tuturnya.
 
Sayangnya pesan dari para ahli kesehatan masyarakat mengungkapkan pandemi akan menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik. Kasus baru, rawat inap, dan kematian di Amerika Serikat mendekati rekor tertinggi. Hal itu dapat menyebabkan pembaruan perintah penguncian dan penutupan bisnis di banyak negara bagian.
 
Bahkan vaksin yang sekarang diluncurkan diperkirakan tidak akan cukup untuk menjangkau populasi. Kondisi itu mengartikan kembalinya kegiatan ekonomi lebih lambat dari yang diharapkan, seperti makan di restoran dan bepergian.
 
"Tidak banyak yang dapat Anda lakukan dari perspektif kebijakan ekonomi ketika pandemi terus mengamuk. Segalanya tampak baik untuk beberapa waktu akhir tahun ini, tetapi itu tergantung pertama-tama pada mendapatkan vaksin yang diluncurkan sehingga semuanya dapat kembali normal," pungkas Ekonom Senior AS Capital Economics Andrew Hunter.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif