Ilustrasi. FOTO: AFP/PAUL J RICHARDS
Ilustrasi. FOTO: AFP/PAUL J RICHARDS

Kurs Dolar AS Menghijau saat Inflasi Melonjak

Ekonomi Dolar AS
Angga Bratadharma • 13 Mei 2021 09:01
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), setelah data menunjukkan lonjakan indeks harga konsumen (CPI) AS yang lebih kuat dari perkiraan pada April. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,63 persen menjadi 90,7116.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 13 Mei 2021, pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,2079 dari USD1,2152 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,4058 dibandingkan dengan USD1,4157 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7730 dibandingkan dengan USD0,7844.
 
Sedangkan dolar AS dibeli 109,58 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 108,64 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9080 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9034 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2106 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,2089 dolar Kanada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Reaksi pasar muncul setelah data menunjukkan lonjakan indeks harga konsumen (CPI) AS yang lebih kuat dari perkiraan pada April. "Harga konsumen AS naik 0,8 persen pada April, dengan kenaikan 12 bulan sebesar 4,2 persen," kata Departemen Tenaga Kerja AS.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ambruk pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu terjadi karena pengukur inflasi utama menunjukkan tekanan harga yang lebih tinggi dari yang diantisipasi dan investor merespons dengan ketakutan.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 681,50 poin atau 1,99 persen menjadi berakhir pada 33.587,66. Indeks 30 saham turun sebanyak 713 poin pada sesi terendahnya. Kemudian S&P 500 turun 89,06 poin atau 2,14 persen menjadi 4.063,04. Indeks Komposit Nasdaq merosot 357,75 poin atau 2,67 persen menjadi 13.031,68.
 
Sebanyak 10 dari 11 sektor utama indeks S&P 500 ditutup di area merah, dengan sektor kebijakan konsumen dan teknologi masing-masing turun 3,28 persen dan 2,86 persen, memimpin pelemahan. Sedangkan sektor energi terpantau naik 0,06 persen.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif