Ilustrasi. FOTO: NYSE
Ilustrasi. FOTO: NYSE

Wall Street Bervariasi Usai Rilis Data Pekerjaan AS Mengecewakan

Ekonomi Wall Street
Antara • 05 Agustus 2021 06:54
New York: Saham-saham di bursa Wall Street berakhir beragam pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena data pekerja sektor swasta negara itu lebih lemah dari perkiraan. Selain itu, para investor juga terus mencermati lonjakan kasus infeksi covid-19 karena bisa berdampak terhadap perekonomian.
 
Mengutip Antara, Kamis, 5 Agustus 2021, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 323,73 poin atau 0,92 persen menjadi 34.792,67. Indeks S&P 500 turun 20,49 poin atau 0,46 persen menjadi 4.402,66. Indeks Komposit Nasdaq naik 19,24 poin atau 0,13 persen menjadi 14.780,53.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama indeks S&P 500 berakhir di zona merah, dengan penurunan tertinggi pada sektor energi sebesar  2,93 persen. Sedangkan sektor layanan komunikasi dan teknologi naik tipis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saham perusahaan Tiongkok yang tercatat di bursa AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi dengan enam dari 10 saham teratas menurut bobotnya di indeks S&P US. Listed Tiongkok 50 ditutup dengan catatan optimistis.
 
Perusahaan data penggajian Automatic Data Processing (ADP) melaporkan perusahaan swasta di Amerika Serikat menambahkan 330 ribu pekerjaan pada Juli. Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan kenaikan 653 ribu.
 
"Data penggajian Juli melaporkan perlambatan yang ditandai dari laju pertumbuhan pekerjaan kuartal kedua. Hambatan dalam perekrutan terus menahan kenaikan yang lebih kuat, terutama mengingat kekhawatiran covid-19 baru yang terkait dengan virus yang lebih menular," kata Kepala Ekonom ADP Nela Richardson.
 
Laporan ADP dua hari sebelum laporan ketenagakerjaan bulanan penting yang akan dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja, yang mencakup data ketenagakerjaan dari sektor swasta dan pemerintah.
 
Di tempat lain, Institute for Supply Management (ISM) mengatakan indeks manajer pembelian jasa (PMI) AS tercatat 64,1 persen pada Juli, naik dari data Juni sebesar 60,1 persen.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif