Ilustrasi. FOTO: N’Djamena, Chad/AFP
Ilustrasi. FOTO: N’Djamena, Chad/AFP

Emas Dunia Curi Panggung Kemenangan dari Dolar AS

Ekonomi Harga Emas ekonomi dunia
Antara • 22 Juni 2021 07:43
Chicago: Emas lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), berbalik menguat dari kerugian dua hari berturut-turut dan memperoleh kembali beberapa kerugian dari penurunan persentase mingguan terbesar sejak Maret 2020. Kondisi itu terjadi karena berhentinya reli dolar AS dan membantu memulihkan daya tarik logam kuning.
 
Mengutip Antara, Selasa, 22 Juni 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, melonjak USD13,9 atau 0,79 persen, menjadi USD1.782,9 per ons.
 
Pada akhir pekan lalu, Jumat, 18 Juni emas berjangka jatuh sebanyak USD5,8 atau 0,33 persen menjadi USD1.769 per ons. Emas telah kehilangan 5,9 persen selama minggu lalu, penurunan terbesar sejak pekan yang berakhir 13 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Emas berjangka terjun USD86,6 atau 4,65 persen menjadi USD1.774,80 pada Kamis, 17 Juni, setelah naik sebanyak USD5 atau 0,27 persen menjadi USD1.861,40 pada Rabu, 16 Juni, dan tergelincir sebanyak USD9,5 atau 0,51 persen menjadi USD1.856,40 pada Selasa, 15 Juni.
 
Emas agak oversold setelah penurunan tajam menyusul nada hawkish Federal Reserve pekan lalu, menurut analis pasar. "Orang-orang menggunakan koreksi (pekan lalu) untuk membeli emas, pada tingkat harga ini, ada nilai untuk menahan posisi emas, terutama untuk jangka panjang," kata Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures Phillip Streible, di Chicago.
 
Harga emas anjlok minggu lalu karena Federal Reserve AS mengisyaratkan segera mulai mengurangi pembelian asetnya dan dapat mulai menaikkan suku bunga pada 2023. Tetapi indeks dolar telah mundur dari tertinggi 2,5 bulan, mendorong investor untuk beralih ke emas.
 
Di sisi lain, imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun AS naik dari level terendah empat bulan, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga menahan kenaikan emas lebih lanjut.
 
Bank of America Global Research mengatakan dengan Fed yang lebih hawkish, risiko kenaikan suku bunga riil membuat harga emas dibatasi hingga akhir tahun. Namun demikian, Streible memperkirakan emas akan melayang di atas USD1.800 per ons, mengutip dolar overbought, pembelian obligasi lanjutan Fed, dan suku bunga yang tidak akan naik dalam waktu dekat.
 
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik sebanyak 5,6 sen atau 0,22 persen menjadi USD26,025 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Juli naik sebanyak USD9,6 atau 0,92 persen menjadi USD1,050,6 per ons.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif