Ilustrasi. FOTO: AFP/DEUTCHE BUNDESBANK
Ilustrasi. FOTO: AFP/DEUTCHE BUNDESBANK

Kemilau Emas Dunia Pudar

Ekonomi harga emas ekonomi dunia
Antara • 19 Mei 2020 07:46
Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange jatuh pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena kekuatan di pasar saham Amerika Serika (AS) menekan logam mulia. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni turun USD21,9 atau 1,25 persen menjadi USD1.734,4 per ons.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 19 Mei 2020, perak untuk pengiriman Juli naik sebanyak 39,8 sen atau 2,33 persen menjadi USD17,468 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Juli naik sebanyak USD52,2 atau 6,39 persen menjadi USD869,3 per ons.
 
Ekuitas AS melonjak karena berita positif dari perusahaan farmasi AS Moderna bahwa vaksin eksperimental mereka terhadap covid-19 aman dan merangsang respons kekebalan terhadap virus. Analis mencatat ini menciptakan minat terhadap risiko karena prospek penghentian awal penguncian yang disebabkan oleh covid-19 membawa investor kembali ke ekuitas.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Analis pasar berpendapat bahwa prospek jangka panjang untuk emas tetap bullish karena investor khawatir atas dampak sejumlah besar stimulus dan kemungkinan langkah-langkah stimulus di masa depan, karena langkah-langkah ini meningkatkan inflasi, mendorong investor ke emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
 
Sementara itu, Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell dalam pernyataannya yang disiarkan Minggu waktu setempat (Senin WIB) menguraikan kemungkinan kebutuhan untuk tiga hingga enam bulan lagi bantuan keuangan pemerintah bagi perusahaan-perusahaan dan keluarga.
 
Emas, yang cenderung menguat karena ekspektasi suku bunga yang lebih rendah, telah meningkat sekitar 14 persen tahun ini karena bank sentral meluncurkan gelombang penurunan suku bunga dan stimulus lainnya untuk membatasi kerusakan ekonomi akibat pandemi.
 
Data ekonomi yang diterbitkan minggu lalu menunjukkan penjualan ritel AS dan produksi industri keduanya jatuh pada April, dengan krisis virus korona yang terus-menerus memukul pasar tenaga kerja AS. Jepang tergelincir ke dalam resesi di kuartal pertama. Pasar juga terus mewaspadai hubungan AS-Tiongkok yang memburuk.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif