Ilustrasi. FOTO: AFP/DEUTCHE BUNDESBANK
Ilustrasi. FOTO: AFP/DEUTCHE BUNDESBANK

Komentar Ketua Fed Gerus Kemilau Emas Dunia

Ekonomi Harga Emas ekonomi dunia
Antara • 24 Februari 2021 07:56
Chicago: Emas turun tipis pada akhir perdagangan yang berfluktuasi Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Emas berbalik melemah dari kenaikan tiga hari berturut-turut, setelah dolar pulih dari penurunannya segera setelah komentar Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell yang mengatakan pemulihan ekonomi tidak merata dan jauh dari selesai.
 
Mengutip Antara, Rabu, 24 Februari 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, tergerus USD2,5 atau 0,14 persen menjadi USD1.805,90 per ons. Sehari sebelumnya, Senin, 22 Februari, emas berjangka melonjak USD31 atau 1,74 persen menjadi USD1.808,40 per ons.
 
Emas berjangka menguat sebanyak USD2,4 atau 0,14 persen menjadi USD1.777,40 pada Jumat, 19 Februari. Sebelumnya naik sebanyak USD2,2 atau 0,12 persen menjadi USD1.775,00 pada Kamis, 18 Februari. Serta terpuruk USD26,2 atau 1,46 persen menjadi USD1.772,80 pada Rabu, 17 Februari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketua Federal Reserve AS bersaksi di depan Kongres AS dan mengatakan ada tanda-tanda bahwa ekonomi AS membaik tetapi masih jauh dari kesehatan penuh, dan imbal hasil obligasi yang lebih tinggi tidak mungkin memicu perubahan kebijakan sampai ekonomi pulih.
 
Powell mengatakan pihaknya akan membutuhkan beberapa waktu sebelum Fed mempertimbangkan perubahan kebijakan yang diadopsi untuk membantu ekonomi kembali ke lapangan kerja penuh dan dia tidak memperkirakan inflasi naik ke tingkat yang mengganggu.
 
"Ada sedikit volatilitas di sekitar penampilan Powell di Senat tetapi dia belum benar-benar mengatakan apa pun yang mungkin membahayakan situasi yang ada," kata Analis Oanda Craig Erlam.
 
"Terlepas dari volatilitas, kami belum melihat pergerakan arah yang signifikan dalam imbal hasil atau dolar, itulah mengapa emas hanya sedikit lebih rendah, cerminan dolar menjadi sedikit lebih tinggi," tambahnya.
 
Indeks dolar merangkak kembali naik 0,2 persen, sedikit menjauh dari dekat level terendah enam minggu, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
 
"Tetapi emas mungkin tidak berbalik arah untuk mendapatkan keuntungan secara substansial sampai kita mendapatkan lonjakan nyata dalam ekspektasi inflasi atau Fed berbicara tentang pengendalian kurva imbal hasil," kata Analis IG Market Kyle Rodda.
 
Kenaikan imbal hasil obligasi telah menantang daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi, karena meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Emas berada di bawah tekanan tambahan saat Conference Board yang berbasis di AS melaporkan indeks kepercayaan konsumen naik menjadi 91,3 pada Februari dari 88,9 pada Januari.
 
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun sebanyak 39,7 sen atau 1,41 persen menjadi USD27,688 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman April anjlok sebanyak USD42,6 atau 3,32 persen menjadi USD1.239,70 per ons.
 
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif