Foto: AFP.
Foto: AFP.

Harga Minyak Dunia Melonjak

Ekonomi Minyak Mentah
Angga Bratadharma • 01 Agustus 2020 09:09
New York: Harga minyak dunia naik moderat pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena pelaku pasar terus mempertimbangkan beberapa faktor. Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah terus naiknya kasus infeksi covid-19 di seluruh dunia sehingga memengaruhi permintaan terhadap pasar minyak.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 1 Agustus 2020, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik 35 sen menjadi USD40,27 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman September naik 36 sen menjadi USD43,30 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Di pasar minyak, WTI dan Brent turun masing-masing 3,3 persen dan 1,9 persen. "Pergerakan harga yang cepat mengungkapkan bahwa harga minyak rentan terhadap koreksi, mengingat banyak risiko," kata Analis Energi Commerzbank Research Eugen Weinberg.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di sisi lain, pemulihan harga yang cepat menunjukkan bahwa pasar seimbang saat ini, dengan risiko dan peluang membatalkan satu sama lain," tambahnya.
 
Ke depan, analis mencatat ada kekhawatiran tentang permintaan di tengah ketidakpastian virus korona yang masih ada. Sedangkan perusahaan jasa ladang minyak yang berbasis di Houston, Baker Hughes mengatakan jumlah rig minyak AS menurun 1-180 minggu ini. Untuk Juli, kedua tolok ukur minyak mencatat kenaikan bulanan.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir lebih tinggi pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Penguatan dapat terjadi didorong oleh laporan pendapatan yang kuat dari nama-nama teknologi besar, di tengah terus naiknya kasus infeksi covid-19 di AS.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 114,67 poin atau 0,44 persen menjadi 26.428,32. Indeks S&P 500 naik 24,90 poin atau 0,77 persen menjadi 3.271.12. Indeks Komposit Nasdaq naik 157,46 poin atau 1,49 persen menjadi 10.745,27.
 
Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan saham teknologi memimpin kenaikan sebesar 2,5 persen. Sedangkan saham energi tergelincir 0,69 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.
 
Sementara itu, perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkanlebih tinggi, dengan delapan dari 10 saham teratas berdasarkan indeks S&P AS 50 mengakhiri hari dengan catatan optimistis.
 
Di sisi pendapatan, saham Apple melonjak lebih dari 10 persen karena ledakan pendapatannya. Perusahaan melaporkan setelah laporan pendapatan kuartalan tutup sebesar USD59,7 miliar atau naik 11 persen YoY, dengan laba triwulanan per saham dilusian USD2,58 atau naik 18 persen.
 

(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif