Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Penguatan Solid Sektor Teknologi Kerek Wall Street

Ekonomi Wall Street
Angga Bratadharma • 26 September 2020 07:45
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir menguat pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), dipimpin oleh keuntungan yang solid di sektor teknologi. Namun, para investor tetap mempertimbangkan prospek pemulihan ekonomi Amerika Serikat.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 26 September 2020, indeks Dow Jones Industrial Average naik 358,52 poin atau 1,34 persen menjadi 27.173,96. Sedangkan S&P 500 tumbuh 51,87 poin atau 1,60 persen menjadi 3.298,46. Kemudian indeks Komposit Nasdaq naik 241,30 poin atau 2,26 persen menjadi 10.913,56.
 
Sebanyak 10 dari 11 sektor di bawah S&P 500 ditutup lebih tinggi dengan sektor teknologi, real estate, dan kesehatan masing-masing naik 2,4 persen, 1,96 persen, dan 1,65 persen. Sedangkan sektor energi mengalami penurunan 0,06 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS paling banyak diperdagangkan lebih tinggi, dengan tujuh dari 10 saham teratas menurut bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.
 
Indeks utama di pasar saham AS sempat dibuka lebih rendah di tengah perlambatan pemulihan ekonomi. Namun, indeks saham utama AS melepaskan diri dari pelemahan dan terus bergerak naik di sesi berikutnya karena investor memperhatikan perkembangan tentang langkah-langkah stimulus baru dalam beberapa hari mendatang.
 
Saham Amazon, Facebook, Apple, Microsoft, dan Netflix semuanya naik lebih dari dua persen. "Wall Street mengaitkan kekuatan hari ini dengan investor yang membeli penurunan dan kinerja yang lebih baik di saham Teknologi," kata sebuah komentar dari Wells Fargo Advisors.
 
Sementara itu, Kantor Anggaran Kongres (CBO) mengatakan utang Amerika Serikat (AS) diproyeksikan mencapai hampir dua kali lipat ukuran ekonomi pada 2050. Hal ini didorong oleh respons fiskal besar-besaran terhadap resesi yang dipicu covid-19.
 
"Bahkan setelah efek pandemi virus korona 2020 memudar, defisit dalam beberapa dekade mendatang diproyeksikan menjadi besar menurut standar historis," kata laporan itu yang memprediksi defisit federal meningkat dari lima persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada 2030 menjadi 13 persen pada 2050.
 
Defisit anggaran yang diproyeksikan meningkatkan utang federal dari 98 persen PDB pada 2020 menjadi 195 persen dari PDB pada 2050, tepat di bawah dua kali ukuran total ekonomi. Utang federal yang tinggi dan meningkat membuat ekonomi rentan terhadap kenaikan suku bunga dan, bergantung pada bagaimana utang dibiayai, dan meningkatnya inflasi.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif