NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: Johannes EiseleI/AFP
Ilustrasi. FOTO: Johannes EiseleI/AFP

'Terinfeksi' Covid-19, Dow Ditutup di Bawah Level Psikologis 20.000

Ekonomi wall street
Antara • 19 Maret 2020 07:01
New York: Wall Street mengakhiri sesi bergejolak pada perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB) dengan penurunan tajam. Kondisi itu terjadi ketika penjualan yang panik berlanjut di pasar saham Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketakutan akan covid-19.
 
Mengutip Antara, Kamis, 19 Maret 2020, indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 1.338,46 poin atau 6,30 persen menjadi 19.898,92, menandai penutupan pertama di bawah 20.000 sejak Februari 2017. Indeks 30-saham unnggulan terpangkas lebih dari 2.300 poin pada posisi terendah sesi.
 
Indeks S&P 500 jatuh 131,09 poin atau 5,18 persen menjadi 2.398,10 poin. Indeks Komposit Nasdaq juga merosot 344,94 poin atau 4,70 persen menjadi 6.989,84 poin. Saham raksasa energi AS Chevron terperosok sekitar 22 persen, memimpin penurunan Dow. Diikuti oleh saham Boeing yang merosot 17,9 persen, menyeret pasar jauh lebih rendah.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan sektor energi terpuruk 14,28 persen, mewakili kelompok berkinerja terburuk. S&P 500 jatuh tujuh persen pada sore hari, memicu pemutus sirkuit utama yang menghentikan perdagangan selama 15 menit. Ini adalah kedua kali minggu ini bahwa pemutus sirkuit terjadi dan keempat kalinya sejak minggu lalu.
 
Kemerosotan pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) terjadi meskipun Washington merencanakan stimulus besar-besaran untuk melawan dampak virus segera diluncurkan.
 
Gedung Putih sedang mencari paket stimulus senilai USD1,2 triliun dalam pengeluaran, termasuk pembayaran langsung kepada warga Amerika, untuk melindungi ekonomi AS dari kejatuhan akibat virus korona, media lokal melaporkan.
 
Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin memberikan cek senilai USD250 miliar untuk dikirim pada akhir April dengan rencana cek kedua senilai total USD500 miliar empat minggu kemudian jika masih ada keadaan darurat nasional, Bloomberg mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
 
Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ekonomi AS mungkin menuju resesi dan wabah covid-19 dapat berlangsung selama berbulan-bulan. Sedangkan Fed memangkas suku bunga acuannya menjadi persentase penuh mendekati nol dan berjanji untuk meningkatkan kepemilikan obligasi setidaknya USD700 miliar di tengah meningkatnya kekhawatiran wabah korona.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif