Ilustrasi. FOTO: AFP/PAUL J RICHARDS
Ilustrasi. FOTO: AFP/PAUL J RICHARDS

Dolar AS Merekah di Tengah Lonjakan Covid-19

Ekonomi Virus Korona ekonomi amerika Dolar AS
Angga Bratadharma • 27 Oktober 2020 09:03
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena permintaan safe haven meningkat di tengah melonjaknya kasus covid-19. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,29 persen menjadi 93,0472.
 
Mengutip Xinhua, Selasa 27 Oktober 2020, pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1812 dari USD1,1857 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,3018 dari USD1,3034 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7125 dari USD0,7134.
 
Sedangkan dolar AS dibeli 104,84 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 104,73 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9073 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9044 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3201 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3144 dolar Kanada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pergerakan itu terjadi ketika kasus virus korona baru terus melonjak di beberapa negara besar di dunia termasuk Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins, AS mencatat lebih dari 83 ribu infeksi baru pada Jumat dan Sabtu, melebihi rekor satu hari sebelumnya sekitar 77.300 kasus yang dicatatkan pada Juli.
 
Angka kasus covid-19 secara global telah melampaui 43,3 juta dengan jumlah kematian lebih dari 1,15 juta pada Senin sore, berdasarkan penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins.
 
Di sisi lain, indeks utama di bursa saham ditutup melemah tajam pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi itu terjadi karena lonjakan lanjutan dalam kasus covid-19 di AS mengguncang pasar modal.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 650,19 poin atau 2,29 persen menjadi 27.685,38. Sedangkan S&P 500 turun 64,42 poin atau 1,86 persen, menjadi 3.400,97. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 189,34 poin atau 1,64 persen menjadi 11.358,94.
 
Aksi jual pada Senin waktu setempat (Selasa WIB) menghapus semua kenaikan indeks saham di kelompok saham unggulan untuk Oktober. Semua 11 sektor utama di S&P 500 mundur, dengan sektor energi turun 3,47 persen, memimpin penurunan.
 
Indeks Volatilitas Cboe, yang secara luas dianggap sebagai pengukur ketakutan terbaik di pasar saham, melonjak 17,82 persen menjadi 32,46. Kondisi itu terjadi setelah kasus covid-19 terus melonjak pada tingkat rekor di Amerika Serikat.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif