Ilustrasi aktivitas di bursa saham New York atau Wall Street - - Foto: dok AFP
Ilustrasi aktivitas di bursa saham New York atau Wall Street - - Foto: dok AFP

Varian Baru Virus Korona Bikin Wall Street Terpental

Ekonomi Saham Bursa Saham Wall Street Varian Baru Covid-19
Antara • 27 November 2021 08:53
New York: Bursa Saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ambruk pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB). Jatuhnya Wall Street lantaran dipicu oleh varian baru virus korona yang kebal terhadap vaksin.

Mengutip Antara, Sabtu, 27 November 2021, indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 905,04 poin atau 2,53 persen menjadi 34.899,3. Indeks S&P 500 merosot 106,84 poin atau 2,27 persen, menjadi berakhir di 4.594,62 poin. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 353,57 poin atau 2,23 persen, menjadi 15.491,66.
 
Sebelas sektor utama di bawah Indeks S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi dan sektor keuangan masing-masing merosot 4,04 persen dan 3,27 persen memimpin kerugian.
 
Saham operator kapal pesiar Carnival Corp, Royal Caribbean Cruises dan Norwegian Cruise Line masing-masing anjlok lebih dari 9,0 persen. Sementara saham di United Airlines, Delta Air Lines dan American Airlines merosot hampir 10 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 yang berfokus di dalam negeri jatuh 3,6 persen, mencapai level terendah dalam lebih dari empat minggu. Indeks bank S&P 500 kehilangan 5,1 persen karena investor mengurangi spekulasi kenaikan suku bunga AS yang lebih cepat.
 
Indeks volatilitas CBOE, yang dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, melonjak ke level tertinggi sejak 20 September. Adapun pasar saham global dilanda aksi jual tajam setelah varian baru terdeteksi di Afrika Selatan yang kemungkinan dapat menghindari respons imun dan lebih cepat menular.
 
Hal ini membuat Uni Eropa, Inggris dan India kembali memperketat pembatasan internasional. "Ekuitas bereaksi negatif karena tidak diketahui pada titik ini sejauh mana vaksin akan efektif melawan jenis baru, dan dengan demikian meningkatkan risiko penguncian baru yang mengarah pada pukulan terhadap ekonomi," kata Peter Garnry, kepala strategi ekuitas di Sakso Bank.
 
Sementara itu, saham-saham yang diuntungkan dengan kebijakan tetap di rumah seperti Netflix Inc, Peloton Interactive dan Zoom Video Communications. Mereka melonjak masing-masing antara 1,3 persen dan 8,4 persen.
 
Kemudian sektor perawatan kesehatan defensif juga berkinerja lebih baik, didorong oleh produksen vaksin termasuk Pfizer Inc dan mitranya BioNTech SE serta Moderna Inc yang melambung antara 7,3 persen hingga 21,9 persen.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif