Ilustrasi. FOTO: PAUL FAITH/AFP
Ilustrasi. FOTO: PAUL FAITH/AFP

Kemilau Emas Dunia Pudar

Ekonomi harga emas ekonomi dunia
Antara • 12 Mei 2020 07:45
Chicago: Harga emas dunia turun pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Pelemahan terjadi karena investor memilih membeli dolar AS sebagai aset safe-haven ketika mereka mengkhawatirkan gelombang kedua infeksi virus korona.
 
Mengutip Antara, Selasa, 12 Mei 2020, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Mercantile Exchange jatuh USD15,9 atau 0,93 persen menjadi ditutup pada USD1.698 per ons.
 
Emas berjangka terpangkas USD11,9 atau 0,69 persen menjadi USD1.713,90 per ons pada Jumat, 8 Mei, setelah melonjak USD37,3 atau 2,21 persen menjadi USD1.725,80 per ons pada Kamis, 7 Mei.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami melihat permintaan jangka pendek untuk dolar sangat kuat," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.
 
Dia menambahkan emas juga terperangkap di antara prospek inflasi moneter besar-besaran, yang seharusnya mendukung harga, dan tekanan deflasi dari data ekonomi yang lemah. "Tetapi dalam jangka panjang, lingkungan makro ini seharusnya benar-benar mendorong dolar yang lebih rendah dan itu adalah bagian dari kisah positif emas," tambah Ghali.
 
Meredam permintaan emas, dolar menguat di tengah peringatan gelombang kedua infeksi covid-19 ketika penguncian atau lockdown global diperlonggar. Mata uang dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman untuk menyaingi emas di masa ketidakpastian ekonomi dan politik.
 
Jerman melaporkan bahwa infeksi baru semakin cepat setelah langkah awal untuk melonggarkan pengunciannya, memicu tanda bahaya global bahkan ketika bisnis dibuka dari Paris hingga Shanghai. Korea Selatan juga melihat infeksi melambung.
 
Namun, para pelaku pasar mengatakan lintasan emas akan menjadi positif dalam jangka panjang karena logam cenderung mendapatkan keuntungan dari langkah-langkah stimulus luas dari bank-bank sentral yang secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.
 
Sederetan data ekonomi AS yang buruk minggu lalu menggarisbawahi dampak virus dan mengangkat harapan langkah-langkah stimulus lebih lanjut dari Federal Reserve. "Harga emas dapat naik dengan nyata jika investor spekulatif ingin ikut bermain - dan tentu saja ada alasan bagus bagi mereka untuk melakukannya," kata analis Commerzbank dalam sebuah catatan.
 
"Mereka hanya perlu melihat langkah-langkah yang sangat ekspansi yang diambil oleh bank-bank sentral dan pemerintah-pemerinta, yang akan mendorong peningkatan besar-besaran dalam neraca dan tingkat utang nasional," tambahnya.
 
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 9,8 sen atau 0,62 persen menjadi ditutup pada USD15,68 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Juli turun USD8 atau 1,01 persen menjadi menetap pada USD781,3 per ons.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif