Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Optimisme Stimulus Jelang Pelantikan Biden Angkat Harga Minyak

Ekonomi Minyak Mentah
Antara • 20 Januari 2021 08:18
New York: Harga minyak dunia naik seiring dengan pasar saham AS pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), menjelang pelantikan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat (AS). Pasar minyak diliputi optimisme akan ada lebih banyak dana stimulus dari pemerintahan baru AS yang pada akhirnya akan mengangkat pertumbuhan ekonomi global.
 
Mengutip Antara, Rabu, 20 Januari 2021, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret terangkat USD1,15 atau 2,1 persen, menjadi USD55,90 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Februari naik 62 sen atau 1,2 persen menjadi USD52,98 per barel.
 
Kontrak berjangka WTI Februari bulan depan berakhir pada Rabu waktu AS. Indeks-indeks utama Wall Street menguat setelah pendapatan positif dari bank-bank besar AS dan komentar dari calon Menteri Keuangan AS Janet Yellen menjelang pelantikan Biden pada Rabu waktu setempat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yellen mendesak anggota parlemen untuk bertindak besar pada paket bantuan virus korona berikutnya. Yellen menambahkan bahwa manfaatnya lebih besar daripada biaya beban utang yang lebih tinggi.
 
"Para ekonom tidak selalu setuju, tetapi saya pikir ada konsensus sekarang. Tanpa tindakan lebih lanjut, kami mengambil risiko resesi yang lebih lama dan lebih menyakitkan sekarang -dan luka jangka panjang ekonomi nanti," kata Yellen pada sidang pengesahan yang diadakan secara virtual oleh Komite Keuangan Senat.
 
Dengan suku bunga terendah dalam sejarah, Yellen mendesak anggota parlemen untuk bertindak besar dengan paket bantuan covid-19.
 
"Saat kita mendekati awal era Pemerintahan Biden di AS, pelaku pasar sekarang memiliki harapan mereka untuk dampak positif yang cepat pada pasar yang berasal dari paket stimulus yang dijanjikan (USD1,9 triliun)," kata Kepala Pasar Minyak Rystad Energy Bjornar Tonhaugen.
 
Minyak juga mendapatkan beberapa dukungan dari dolar AS yang lebih lemah, ketika indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,26 persen menjadi 90,5100 pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat. Secara historis, harga minyak berbanding terbalik dengan harga dolar AS.
 
Investor juga optimis dengan permintaan di Tiongkok, importir minyak mentah utama dunia, setelah data menunjukkan produksi kilang-kilang meningkat tiga persen ke rekor tertinggi pada tahun lalu.
 
Sementara itu, Halliburton Co memprediksi pemulihan dalam industri minyak dan gas global dari kuartal kedua setelah penyedia jasa-jasa ladang minyak tersebut mengalahkan perkiraan laba, karena pemotongan biaya dan kenaikan moderat dalam aktivitas menyusul penurunan tahun lalu.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif