Ilustrasi. AFP PHOTO/SHAUN CURRY
Ilustrasi. AFP PHOTO/SHAUN CURRY

Bursa Saham Inggris Turun 0,64%

Ekonomi bursa saham Ekonomi Inggris
Angga Bratadharma • 26 November 2020 09:13
London: Bursa saham Inggris turun pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), di tengah berita positif tentang kandidat vaksin covid-19. Indeks acuan FTSE 100 turun 0,64 persen atau 41,08 poin menjadi 6.391,09.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 26 November 2020, Unilever, sebuah perusahaan barang konsumen transnasional Inggris-Belanda, melonjak 5,07 persen, berkinerja tertinggi dalam saham unggulan. Fresnillo dan Flutter Entertainment masing-masing meningkat 3,77 persen dan 2,78 persen.
 
Aveva Group, sebuah perusahaan teknologi informasi multinasional Inggris, adalah pemain terburuk di saham unggulan, dengan sahamnya merugi 19,95 persen. Barclays, bank investasi multinasional Inggris dan perusahaan jasa keuangan, turun 4,53 persen. Rolls-Royce Holdings, sebuah perusahaan teknik yang berbasis di Inggris, turun 4,19 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat berakhir bervariasi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena pasar saham mulai mengambil nafas setelah rekor penguatan di sesi sebelumnya. Berita positif tentang kandidat vaksin covid-19 masih menjadi sentimen bagi bursa Wall Street.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 173,77 poin atau 0,58 persen menjadi 29.872,47. Indeks S&P 500 turun 5,76 poin atau 0,16 persen menjadi 3.629,65. Sementara indeks komposit Nasdaq naik 57,62 poin atau 0,48 persen menjadi 12.094,40.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 turun, dengan sektor energi melemah 2,42 persen, memimpin penurunan. Sedangkan sektor konsumen naik 0,58 persen, menjadi grup dengan kinerja terbaik. Volume perdagangan relatif tipis di sesi terakhir menjelang liburan Thanksgiving. Investor meneliti banyak data ekonomi.
 
Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan tujuh dari 10 saham teratas menurut bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.
 
Menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins Amerika Serikat telah melaporkan total lebih dari 12,7 juta kasus covid-19 dengan jumlah kematian akibat penyakit tersebut melebihi 261 ribu pada Rabu sore. Pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), bursa saham AS mencapai tonggak sejarah dengan Dow menguat lebih dari 400 poin dan ditutup di atas 30 ribu.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif