Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

Harga Minyak Melonjak setelah Penarikan Besar Persediaan AS

Ekonomi minyak bumi Minyak Mentah
Antara • 16 September 2021 06:45
New York: Harga minyak melonjak pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), setelah data pemerintah menunjukkan penarikan yang lebih besar dari perkiraan dari persediaan minyak mentah AS, dan ekspektasi permintaan akan meningkat karena peluncuran vaksinasi meluas.
 
Melansir Antara, Kamis, 16 September 2021, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober bertambah USD2,15 menjadi USD72,61 per barel di New York Mercantile Exchange.
 
Sedangkan, minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik USD1,86 menjadi USD75,46 per barel di London ICE Futures Exchange.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di awal sesi, Brent sempat menyentuh USD76,13 per barel, harga kontrak tertinggi tertinggi sejak akhir Juli.
 
Stok minyak mentah AS turun pekan lalu ke level terendah sejak September 2019. Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan akan memperpanjang penarikan mereka setelah Badai Ida yang melanda akhir Agustus, menyebabkan penutupan kilang dan pengurangan produksi pengeboran lepas pantai.
 
Persediaan minyak mentah dan sulingan AS pekan lalu turun lebih dari perkiraan analis, sementara stok bensin juga turun, tetapi sedikit di bawah ekspektasi analis.
 
Persediaan minyak mentah turun 6,4 juta barel dalam seminggu hingga 10 September menjadi 417,4 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penurunan 3,5 juta barel.
 
"Kami telah melihat penarikan minyak mentah dan produk besar yang mendukung kompleks energi," kata analis pasar energi di CHS Hedging, Tony Headrick.
 
"Badai tropis yang baru saja datang memperlambat upaya pemulihan dari Badai Ida dan kami akan terus melihat dampak dari Ida untuk beberapa laporan berikutnya," imbuhnya.
 
Badai Tropis Nicholas bergerak perlahan melalui Pantai Teluk pada Selasa pekan ini, membuat ratusan ribu rumah dan bisnis tanpa listrik, meskipun kilang Texas berjalan normal.
 
Kerusakan akibat badai itu terjadi dua minggu setelah Ida menghentikan sejumlah besar kapasitas penyulingan di pantai Teluk.
 
"Musim badai tahun ini memiliki dampak yang jauh lebih besar dan lebih lama pada keseimbangan minyak global dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata analis minyak di pialang London PVM Oil Associates, Tamas Varga.
 
Harga minyak juga mendapat dukungan dari Badan Energi Internasional (IEA) yang mengatakan bahwa peluncuran vaksin yang lebih kuat akan mendorong rebound, setelah penurunan permintaan minyak global selama tiga bulan karena penyebaran varian Delta dan pembaruan pembatasan pandemi.
 
Tetapi, kenaikan harga minyak dibatasi oleh penurunan proses pengolahan minyak mentah Tiongkok pada Agustus dengan operasi kilang harian mencapai level terendah sejak Mei 2020 dan produksi pabrik secara keseluruhan melemah.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif