Ilustrasi. AFP PHOTO/BEN STANSALL
Ilustrasi. AFP PHOTO/BEN STANSALL

Bursa Saham Inggris Tertekan 0,28%

Ekonomi bursa saham Ekonomi Inggris
Angga Bratadharma • 24 November 2020 09:13
London: Bursa saham Inggris turun pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), di tengah kekhawatiran dampak negatif dari lonjakan kasus covid-19. Indeks acuan FTSE 100 turun 0,28 persen atau 17,61 poin menjadi 6.333,84.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 24 November 2020, Rolls-Royce Holdings, sebuah perusahaan teknik yang berbasis di Inggris, melonjak 7,60 persen, berkinerja terbaik dalam saham unggulan. International Consolidated Airlines Group dan Royal Dutch Shell PLC (RDSB) masing-masing naik 5,48 persen dan 4,68 persen.
 
Polymetal International, sebuah perusahaan tambang logam mulia, mencatatkan kinerja terburuk di saham-saham unggulan dengan sahamnya merugi 5,20 persen. Halma, kelompok perusahaan teknologi yang membuat produk untuk deteksi bahaya dan perlindungan jiwa, turun 4,41 persen. Fresnillo, perusahaan pertambangan logam mulia, turun 4,32 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat berakhir menguat pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), didukung oleh lonjakan di sektor energi. Namun, bursa Wall Street masih dibayang-bayangi dampak dari lonjakan covid-19 yang berpotensi kembali menekan perekonomian AS.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 327,79 poin atau 1,12 persen menjadi 29.591,27. S&P 500 meningkat 20,05 poin atau 0,56 persen menjadi 3.577,59. Indeks Komposit Nasdaq naik 25,66 poin atau 0,22 persen menjadi 11.880,63.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 menguat, dengan sektor energi ditutup menguat 7,09 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan sektor real estat tergelincir 0,34 persen, menjadi grup dengan kinerja terburuk. Sedangkan perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah.
 
Pedagang mengikuti dengan cermat berita baru tentang vaksin covid-19. Awal bulan ini, pembuat obat Pfizer dan Moderna mengumumkan bahwa kandidat vaksin virus korona masing-masing efektif sekitar 95 persen. Kondisi itu memberi katalis positif terhadap pergerakan pasar saham AS.
 
"Tingkat kenaikan pasar karena banyaknya pengumuman vaksin positif selama beberapa pekan terakhir telah dibatasi oleh berita jangka pendek yang lebih mengkhawatirkan tentang penyebaran virus covid-19 dan pembatasan baru pada aktivitas," kata Kepala Pejabat Investasi UBS Global Wealth Management Mark Haefele.
 
"Kami percaya positif jangka menengah akan melebihi kekhawatiran jangka pendek, memungkinkan pasar bergerak lebih tinggi. Namun kami merekomendasikan investor untuk melakukan diversifikasi ke tahap pemulihan berikutnya, meningkatkan eksposur dan memilih sektor siklikal yang telah tertinggal," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif