Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Harga Minyak Dunia Masih Tertekan Lonjakan Covid-19

Ekonomi Virus Korona Minyak Mentah
Angga Bratadharma • 31 Oktober 2020 10:03
New York: Harga minyak dunia jatuh pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena lonjakan lanjutan infeksi covid-19 memicu kekhawatiran atas prospek permintaan energi. Untuk pekan ini, kedua benchmark minyak mentah turun lebih dari 10 persen.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 31 Oktober 2020, West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember kehilangan 38 sen menjadi USD35,79 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun 19 sen menjadi USD37,46 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Kondisi itu terjadi karena investor khawatir bahwa kenaikan kasus covid-19 di beberapa negara besar termasuk Amerika Serikat dan Eropa dapat mengganggu konsumsi bahan bakar. Berdasarkan penghitungan Universitas Johns Hopkins jumlah kasus covid-19 secara global telah melampaui 45,36 juta dengan jumlah kematian mencapai 1,18 juta pada Jumat sore.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena penurunan tajam di sektor teknologi membebani pasar. Investor juga masih khawatir dengan lonjakan tajam kasus covid-19 karena berimplikasi terhadap perekonomian.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 157,51 poin atau 0,59 persen menjadi 26.501,60. Kemudian S&P 500 turun sebanyak 40,15 poin atau 1,21 persen menjadi 3.269,96. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq merosot 274,00 poin atau 2,45 persen menjadi 10.911,59.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 bergerak lebih rendah, dengan sektor konsumen dan teknologi turun masing-masing tiga persen dan 2,44 persen, memimpin pelemahan. Saham Apple turun 5,6 persen setelah perusahaan melaporkan penurunan penjualan iPhone di kuartal III-2020 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
 
Saham Amazon turun 5,45 persen meskipun perusahaan memperoleh hasil kuartal ketiga yang kuat. Saham raksasa teknologi lain seperti Facebook dan Netflix juga kesulitan untuk menguat. Alhasil kondisi ini membebani bursa saham AS yang harus berakhir di zona merah.
 
"Pasar lebih fokus pada pendapatan perusahaan teknologi besar yang relatif berhati-hati, dengan kebanyakan dari mereka mengutip risiko pandemi atau mencatat lingkungan operasi yang tidak pasti," kata Analis UBS dalam sebuah catatan.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif