Foto: AFP.
Foto: AFP.

Saham Teknologi Kerek Wall Street

Ekonomi Wall Street
Angga Bratadharma • 01 Agustus 2020 08:24
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih tinggi pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Penguatan terjadi didorong oleh laporan pendapatan yang kuat dari perusahaan teknologi besar, di tengah terus naiknya kasus infeksi covid-19 di AS.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 1 Agustus 2020, indeks Dow Jones Industrial Average naik 114,67 poin atau 0,44 persen menjadi 26.428,32. Indeks S&P 500 naik 24,90 poin atau 0,77 persen menjadi 3.271.12. Indeks Komposit Nasdaq naik 157,46 poin atau 1,49 persen menjadi 10.745,27.
 
Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan saham teknologi memimpin kenaikan menguat 2,5 persen. Sedangkan saham energi tergelincir 0,69 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan sebagian besar lebih tinggi, dengan delapan dari 10 saham teratas berdasarkan indeks S&P AS 50 mengakhiri hari dengan catatan optimistis.
 
Di sisi pendapatan, saham Apple melonjak lebih dari 10 persen karena ledakan pendapatannya. Perusahaan melaporkan setelah laporan pendapatan kuartalan tutup sebesar USD59,7 miliar atau naik 11 persen YoY, dengan laba triwulanan per saham dilusian USD2,58 atau naik 18 persen.
 
Saham Facebook dan Amazon menguat setelah masing-masing perusahaan melaporkan hasil kuartalan yang mengalahkan perkiraan. Saham Google-parent Alphabet juga mengalahkan Wall Street dalam pendapatan kuartal kedua, tetapi pendapatan keseluruhan perusahaan menurun untuk pertama kalinya dalam sejarah. Sahamnya terus berjuang pada Jumat.
 
Lebih lanjut, rata-rata indeks utama Wall Street naik untuk bulan ini. Indeks Dow naik sebanyak 2,4 persen pada Juli, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik sebanyak 5,5 persen dan 6,8 persen. Hal itu terjadi di tengah terus meningkatnya kasus covid-19 di negara Paman Sam.
 
Di sisi lain, ekonomi Amerika Serikat terkontraksi cukup tajam yakni minus 32,9 persen di kuartal II-2020. Pelemahan yang sangat dalam itu menunjukkan parahnya hantaman virus korona yang memicu resesi ekonomi Paman Sam, terlebih kasus infeksinya terus meningkat hingga sekarang ini.
 
"Ekonomi AS mengalami kontraksi di tingkat tahunan sebesar 32,9 persen pada kuartal kedua," ungkap Departemen Perdagangan AS.
 
Kondisi itu merupakan penurunan terdalam sejak Pemerintah AS mulai membuat catatan pertumbuhan ekonomi pada 1947. Sedangkan di kuartal pertama 2020, Produk Domestik Bruto (PDB) riil mengalami kontraksi di tingkat tahunan sebesar lima persen.
 
Penurunan PDB riil mencerminkan penurunan pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), ekspor, investasi inventaris swasta, investasi tetap non-perumahan, investasi tetap perumahan, dan pengeluaran pemerintah negara bagian dan lokal.
 
"Yang sebagian diimbangi oleh peningkatan pengeluaran pemerintah federal," ungkap Biro Analisis Ekonomi.
 

(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif