Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Saudi-Rusia Diharapkan Capai Kesepakatan, Minyak Dunia Melonjak

Ekonomi minyak mentah
Antara • 03 April 2020 08:01
New York: Harga minyak mentah membukukan kenaikan terbesar satu hari pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Lonjakan terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengharapkan Rusia dan Arab Saudi mengumumkan pengurangan produksi minyak.
 
Mengutip Antara, Jumat, 3 April 2020, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni, melonjak USD5,20 atau 21,0 persen menjadi USD29,94 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei melonjak sebanyak USD5,01 atau 24,7 persen menjadi USD25,32 per barel.
 
Sementara itu, media pemerintah Saudi mengatakan kerajaan meminta pertemuan darurat para produsen untuk menghadapi gejolak pasar. Trump mengaku telah berbicara dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, dan mengharapkan Arab Saudi dan Rusia untuk mengurangi produksi minyak sebanyak 10 juta hingga 15 juta barel.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal itu ketika kedua negara mengisyaratkan kesediaan untuk membuat kesepakatan. Trump tidak merinci barel per hari (bph), meskipun pasar menyatakan permintaan dan penawaran dalam hal itu. Namun, kesepakatan yang cukup besar seperti itu akan membutuhkan partisipasi dari produsen-produsen besar lain di luar kartel OPEC.
 
Arab Saudi mengatakan akan mengadakan pertemuan darurat Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), lapor media pemerintah Saudi. Wall Street Journal melaporkan kerajaan akan mempertimbangkan untuk menurunkan produksi menjadi sekitar sembilan juta barel per hari, atau sekitar tiga juta barel per hari lebih sedikit dari yang direncanakan untuk dipompa pada April.
 
Meskipun mengalami kenaikan besar, harga minyak masih kehilangan lebih dari setengah nilainya tahun ini. Pasar merosot pada awal Maret, ketika Arab Saudi dan Rusia gagal mencapai kesepakatan mengenai untuk mengekang produksi, dan Saudi meningkatkan produksi menjadi lebih dari 12 juta barel per hari serta mengirimkan kargo diskon di seluruh dunia.
 
Sejak itu, pandemi virus korona telah sangat mengurangi permintaan bahan bakar. Harga minyak mentah AS turun di bawah USD20 per barel beberapa kali dalam beberapa hari terakhir. Pertanyaannya akan muncul yakni apakah Rusia dan Arab Saudi dapat menyetujui sesuatu.
 
"Dibutuhkan beberapa minggu Brent pada USD25 dan WTI pada USD20 dan tampaknya Rusia lebih mudah didekati daripada sebulan lalu," kata Wakil Presiden Riset Pasar Tradition Energy Gene McGillian, di Stamford, Connecticut.
 
Brent melonjak 47 persen selama sesi, persentase kenaikan intraday tertinggi yang pernah ada. WTI melonjak sebanyak 35 persen, tertinggi kedua, setelah kenaikan intraday 36 persen pada 19 Maret. Harga minyak mundur dari tertinggi karena para pedagang mempertanyakan apakah Rusia dan Arab Saudi benar-benar bisa menyetujui pengurangan produksi sebesar itu.
 
Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan kepada Reuters bahwa Amerika Serikat belum mengetahui perincian resmi rencana Arab Saudi dan Rusia untuk mengurangi pasokan minyak dan belum akan meminta produsen minyak domestik AS untuk ikut campur dengan pemotongan mereka sendiri.
 
"Meskipun menjadi berita utama hari ini, kami tetap skeptis bahwa kesepakatan untuk memotong produksi akan terwujud," analis di Capital Economics mengatakan, mencatat Arab Saudi tidak mungkin untuk memotong produksi kecuali Rusia dan kemungkinan produsen non-OPEC lainnya, seperti Amerika Serikat dan Kanada, bergabung dalam pengurangan terkoordinasi.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif