Presiden ECB Christine Lagarde. FOTO: Xinhua
Presiden ECB Christine Lagarde. FOTO: Xinhua

Bank Sentral Eropa Tahan Suku Bunga Acuan

Ekonomi bank central eropa ekonomi eropa
Angga Bratadharma • 12 September 2020 10:02
Frankfurt: Bank sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan dan tidak membuat perubahan pada panduan ke depan termasuk program pembelian aset. Keputusan itu dilakukan meski pandemi covid-19 melanda dan memberi tekanan terhadap ekonomi.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 12 September 2020, suku bunga dasar zona euro di 19 negara akan tetap pada 0,00 persen, dengan suku bunga pinjaman marjinal dan suku bunga deposito masing-masing tetap pada 0,25 persen dan minus 0,50 persen, menurut siaran pers yang dikeluarkan setelah pertemuan kebijakan moneter ECB.
 
Dewan Pengurus ECB mengatakan akan melanjutkan pembeliannya di bawah program pembelian darurat pandemi, dengan total 1.350 miliar euro (USD1.600 miliar), serta program pembelian aset regulernya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


ECB juga akan terus menyediakan likuiditas yang cukup melalui operasi refinancing. Caranya melalui operasi terbaru dalam seri ketiga dari operasi refinancing jangka panjang yang ditargetkan (TLTRO III) telah mencatatkan pengambilan dana yang sangat tinggi. Kondisi itu mendukung pinjaman bank ke perusahaan dan rumah tangga.
 
Juga ditegaskan bahwa Dewan Pengurus ECB siap untuk menyesuaikan semua instrumennya. Langkah itu guna memastikan bahwa inflasi bergerak menuju tujuan secara berkelanjutan, sejalan dengan komitmen pada kesimetrisan.
 
Dalam analisis kondisi makroekonomi, Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan data yang masuk sejak pertemuan kebijakan terakhir menunjukkan aktivitas rebound yang kuat secara luas sejalan dengan ekspektasi sebelumnya. Tetapi kekuatan rebound tetap tidak pasti, membuat ECB menegaskan kembali sikap kebijakan moneter yang akomodatif.
 
Memperhatikan rebound yang signifikan dalam produksi industri dan jasa serta tanda-tanda pemulihan konsumsi yang signifikan, Lagarde menyebutkan momentum baru-baru ini melambat di sektor jasa dibandingkan dengan sektor manufaktur.
 
Secara keseluruhan, ECB memperkirakan, dalam skenario dasar, PDB riil tahunan zona euro akan turun sebesar 8,0 persen pada 2020. Kemudian meningkat sebesar 5,0 persen pada 2021, dan tumbuh sebesar 3,2 persen pada 2022. Dibandingkan dengan proyeksi pada Juni, pertumbuhan PDB telah direvisi sedikit naik untuk 2020 dan tidak berubah untuk 2021 dan 2022.
 
ECB memperkirakan inflasi tahunan di angka 0,3 persen pada 2020, lalu 1,0 persen pada 2021, dan 1,3 persen pada 2022. Prospek inflasi tidak berubah untuk 2020, direvisi naik untuk 2021, dan tidak berubah untuk 2022, dibandingkan dengan proyeksi tiga bulan lalu.
 
"Dalam waktu dekat, tekanan harga akan tetap terkendali karena permintaan yang lemah, tekanan upah yang lebih rendah, dan apresiasi nilai tukar euro," pungkas Lagarde.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif