Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Kekhawatiran Geopolitik Gerus Bursa Wall Street

Ekonomi Wall Street
Angga Bratadharma • 19 September 2020 07:30
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) terus turun pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Sentimen pasar dibayangi data ekonomi yang beragam dan kekhawatiran geopolitik.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 19 September 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun 244,56 poin atau 0,88 persen menjadi 27.657,42. Sedangkan S&P 500 turun 37,54 poin atau 1,12 persen menjadi 3.319,47. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 116,99 poin atau 1,07 persen menjadi 10.793,28.
 
Sebanyak 11 sektor di bawah S&P 500 mengalami kerugian yang dipimpin oleh sektor real estat, utilitas, dan material. Pengumuman Departemen Perdagangan AS untuk memblokir unduhan aplikasi populer TikTok dan WeChat mulai Minggu menggarisbawahi ketidakpastian kebijakan dan mengurangi sentimen investor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, data ekonomi beragam yang dikeluarkan juga tidak menawarkan dukungan untuk bullish. Rilis Departemen Perdagangan melaporkan AS membukukan defisit USD170,5 miliar pada kuartal kedua. Angka ini jauh lebih tinggi daripada konsensus pasar USD159 miliar dan USD111,5 miliar pada kuartal pertama di 2020.
 
Menurut data yang dikeluarkan oleh Conference Board, indeks indikator ekonomi utama naik 1,2 persen secara bulan ke bulan di Agustus, lebih rendah dari 1,3 persen dari ekspektasi pasar dan dua persen di Juli.
 
Namun, indeks sentimen konsumen AS naik menjadi 78,9 pada September dibandingkan dengan 74,1 pada Agustus dan ekspektasi pasar 75, menurut hasil survei awal yang dikeluarkan oleh Pusat Survei Konsumen Universitas Michigan.
 
Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan delapan dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.
 
"Kami tetap berhati-hati dalam jangka pendek pada ekuitas dan komoditas industri karena pemulihan ekonomi terbukti mengecewakan di banyak negara dan ada sejumlah risiko potensial ke depan," kata sebuah laporan yang dikeluarkan oleh firma riset makroekonomi MRB Partners.
 
Bursa AS cenderung berkinerja di bawah rekan-rekannya di negara lain meskipun hasil ekonomi yang positif akan muncul dan pasar saham global diperkirakan bergerak lebih tinggi, menurut MRB Partners.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif