Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Emas Dunia Tertekan

Ekonomi harga emas ekonomi dunia
Angga Bratadharma • 03 Juni 2020 07:41
Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange jatuh pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu terjadi karena meningkatnya ekuitas di seluruh dunia yang akhirnya menekan pesona logam mulia.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 3 Juni 2020, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus turun USD16,3 atau 0,93 persen menjadi USD1.734 per ons. Emas berada di bawah tekanan karena semua indeks ekuitas utama di seluruh dunia naik pada perdagangan Selasa waktu setempat, meskipun indeks dolar AS lebih rendah.
 
Analis percaya emas berada di bawah tekanan tambahan karena investor mengambil untung dari logam mulia. Namun demikian, mereka percaya ketegangan geopolitik dan wabah covid-19 tetap menjadi faktor yang mencegah emas jatuh lebih jauh. Investor juga tetap berhati-hati atas prospek stimulus lebih lanjut.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, perak untuk pengiriman Juli turun sebanyak 56,7 sen atau 3,01 persen menjadi USD18,26 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Juli turun sebanyak USD32,4 atau 3,6 persen menjadi USD868,7 per ons.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih tinggi pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Penguatan dapat terjadi karena Wall Street menimbang kemungkinan menormalkan kembali kegiatan ekonomi di AS meski sedang terjadi kerusuhan sipil.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 267,63 poin atau 1,05 persen menjadi 25.742,65. Sedangkan S&P 500 naik 25,09 poin atau 0,82 persen menjadi 3.080,82. Sementara indeks Komposit Nasdaq meningkat sebanyak 56,33 poin atau 0,59 persen menjadi 9.608,37.
 
Semua 11 sektor utama S&P 500 mengalami reli, dengan sektor energi dan material masing-masing naik 2,65 persen dan 1,76 persen. Sedangkan protes dan kerusuhan berlanjut di kota-kota di seluruh Amerika Serikat atas kematian orang Afrika-Amerika, George Floyd.
 
Investor memantau dengan seksama bahwa kerusuhan nasional juga akan melemahkan ekonomi, selain disebabkan pandemi covid-19. Tentu investor berharap pemulihan ekonomi bisa segera terjadi dan nantinya memberi efek positif terhadap gerak pasar saham.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif