Ilustrasi. FOTO: FREDERIC J. BROWN/AFP
Ilustrasi. FOTO: FREDERIC J. BROWN/AFP

Mantap! Harga Minyak Dunia Lanjutkan Penguatan 5 Hari Berturut-turut

Ekonomi Minyak Mentah
Antara • 17 Juni 2021 08:00
New York: Harga minyak menguat untuk hari kelima berturut-turut pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Penguatan terjadi setelah data menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS yang lebih besar dari perkiraan ketika para penyulingan AS menarik lebih banyak persediaan minyak mentah.
 
Mengutip Antara, Kamis, 17 Juni 2021, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus naik sebanyak 40 sen atau 0,5 persen menjadi USD74,39 per barel, penutupan tertinggi sejak April 2019 dan mencatat kenaikan selama lima hari berturut-turut.
 
Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juli bertambah 3 sen menjadi USD72,15 per barel, setelah sempat mencapai puncak sesi di USD72,99, tertinggi sejak Oktober 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan persediaan minyak mentah AS turun 7,4 juta barel dalam seminggu yang berakhir 11 Juni, karena pemanfaatan penyulingan naik menjadi 92,6 persen, tertinggi sejak Januari 2020, sebelum pandemi melanda.
 
Penarikan persediaan lebih kuat dari yang diperkirakan, didorong juga oleh ekspor sebagai sinyal lain dari peningkatan permintaan di seluruh dunia.
 
"Dengan kilang berjalan lebih dari 16 juta barel per hari dan ekspor yang terus kuat, akan sulit bagi persediaan untuk menghindari penarikan yang konsisten saat kami mendorong ke puncak musim mengemudi musim panas," kata Direktur Penelitian Komoditas ClipperData Matthew Smith.
 
Brent telah naik 44 persen tahun ini, didukung oleh pengurangan pasokan yang dipimpin oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, dan pemulihan permintaan. OPEC+ telah memangkas pengurangan pasokan bersejarah tahun lalu, tetapi masih menahan jutaan barel pasokan harian dari pasar.
 
Eksekutif dari pedagang minyak utama mengatakan bahwa mereka memperkirakan harga akan tetap di atas USD70 dan permintaan akan kembali ke tingkat pra-pandemi pada paruh kedua di 2022. Sedangkan Federal Reserve AS juga memajukan proyeksi untuk kenaikan suku bunga pertama pasca-pandemi ke 2023.
 
"Kompleks minyak mencerna berita Fed dengan cukup baik dalam menunjukkan bahwa beberapa harga minyak mentah lebih tinggi kemungkinan ada di depan," kata Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch, di Galena, Illinois.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif