Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Kuartal III, PDB Zona Euro Tumbuh 12,7%, tapi...

Ekonomi Virus Korona bank central eropa ekonomi eropa jerman prancis zona euro covid-19
Angga Bratadharma • 31 Oktober 2020 14:18
London: Ekonomi zona euro bangkit kembali pada kuartal III-2020 usai terpuruk akibat hantaman pandemi covid-19. Namun, kebijakan untuk melakukan penguncian nasional oleh dua ekonomi terbesar di kawasan itu yaitu Prancis dan Jerman memberikan ancaman adanya tekanan ekonomi di kuartal terakhir pada tahun ini.
 
Mengutip CNBC, Sabtu, 31 Oktober 2020, Kantor Statistik Bloc’s mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) untuk zona euro meningkat sebesar 12,7 persen pada kuartal ketiga dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya. Sedangkan para analis memperkirakan pertumbuhan PDB hanya 9,4 persen.
 
Kenaikan tersebut -rekor tertinggi yang pernah terjadi- dapat terjadi di wilayah tersebut setelah berkontraksi sebesar 11,8 persen pada kuartal kedua. Tetapi momentum ini kemungkinan besar akan terbatas karena pemerintah sekali lagi memperketat pembatasan sosial.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ekonomi zona euro kembali bergerak pada kuartal ketiga karena penguncian berakhir, meskipun pemulihan penuh masih agak jauh. (Tapi) kemunduran sekarang tampak di kuartal keempat," kata Ekonom Pantheon Macro Claus Vistesen, dalam sebuah catatan.
 
Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel memerintahkan negara mereka kembali lockdown atau penutupan menyeluruh. Langkah tersebut diambil ketika gelombang kedua infeksi virus korona mengancam akan membanjiri Eropa sebelum musim dingin.
 
Pasar saham dunia tenggelam dalam menanggapi berita bahwa ekonomi terbesar Eropa memberlakukan pembatasan nasional hampir separah yang mendorong ekonomi global tahun ini ke dalam resesi terdalam dari generasi ke generasi.
 
"Virus itu beredar dengan kecepatan yang bahkan tidak diantisipasi oleh perkiraan yang paling pesimistis. Seperti semua tetangga kami, kami tenggelam oleh percepatan virus yang tiba-tiba," kata Macron.
 
"Kami semua berada di posisi yang sama: dibanjiri gelombang kedua yang kami tahu akan lebih sulit, lebih mematikan daripada gelombang pertama. Saya telah memutuskan bahwa kami perlu kembali ke penguncian yang menghentikan virus," pungkas Macron.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif