Seorang perempuan di Palestina berjalan melewati lukisan tembok Presiden Prancis Emmanuel Macron di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza. Dilukis untuk mengecam pernyataan Macron terhadap kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad. FOTO: AFP
Seorang perempuan di Palestina berjalan melewati lukisan tembok Presiden Prancis Emmanuel Macron di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza. Dilukis untuk mengecam pernyataan Macron terhadap kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad. FOTO: AFP

2020, Ekonomi Prancis Diperkirakan Ambruk Akibat 'Terjangkit' Covid-19

Ekonomi prancis Emmanuel Macron
Angga Bratadharma • 31 Oktober 2020 10:36
Paris: Menteri Ekonomi dan Keuangan Bruno Le Maire memperkirakan ekonomi Prancis berkontraksi sebesar 11 persen pada 2020 atau lebih buruk dari perkiraan sebelumnya sebesar 10 persen. Kondisi itu karena penguncian nasional kedua untuk membendung gelombang kedua virus korona melumpuhkan beberapa bisnis.
 
"Kami akan mengalami kuartal keempat yang akan sulit, jelas. Kami dibatasi dan ekonomi Prancis akan menjadi kurang kuat dari biasanya," kata Le Maire, dikutip dari Xinhua, Sabtu, 31 Oktober 2020.
 
Prancis kembali menerapkan kebijakan lockdown nasional guna membendung penyebaran cepat covid-19. Semua bisnis yang tidak penting, termasuk sektor katering harus ditutup hingga setidaknya 1 Desember. Kebijakan tersebut menyebabkan hilangnya sebanyak 15 persen kegiatan ekonomi negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, Le Maire optimistis tentang potensi pemulihan pertumbuhan ekonomi di tahun depan dengan alasan kinerja usai lockdown yang baik di kuartal ketiga.
 
"Perekonomian Prancis mencatatkan rebound yang kuat pada kuartal ketiga. Itu berarti langkah kami untuk mendukung bisnis dan karyawan tetap bekerja. Dengan melanjutkan kebijakan ekonomi yang mendukung ini, kami akan menemukan pertumbuhan yang kuat dan cukup besar mulai 2021," klaimnya.
 
Di sisi lain, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel memerintahkan negara mereka kembali lockdown atau penutupan menyeluruh. Langkah tersebut diambil ketika gelombang kedua infeksi virus korona mengancam akan membanjiri Eropa sebelum musim dingin.
 
Pasar saham dunia tenggelam dalam menanggapi berita bahwa ekonomi terbesar Eropa memberlakukan pembatasan nasional hampir separah yang mendorong ekonomi global tahun ini ke dalam resesi terdalam dari generasi ke generasi.
 
"Virus itu beredar dengan kecepatan yang bahkan tidak diantisipasi oleh perkiraan yang paling pesimistis. Seperti semua tetangga kami, kami tenggelam oleh percepatan virus yang tiba-tiba," kata Macron.
 
"Kami semua berada di posisi yang sama: dibanjiri gelombang kedua yang kami tahu akan lebih sulit, lebih mematikan daripada gelombang pertama. Saya telah memutuskan bahwa kami perlu kembali ke penguncian yang menghentikan virus,” pungkas Macron.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif