Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Wall Street Merekah di Tengah Kebangkitan Saham Teknologi

Ekonomi Wall Street
Angga Bratadharma • 15 September 2020 07:27
New York: Bursa saham Wall Street berakhir lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Penguatan terjadi lantaran didorong oleh kebangkitan kembali saham-saham teknologi.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 15 September 2020, indeks Dow Jones Industrial Average naik 327,69 poin atau 1,18 persen menjadi 27.993,33. Kemudian S&P 500 naik 42,57 poin atau 1,27 persen menjadi 3.383,54. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq menguat 203,11 poin atau 1,87 persen menjadi 11.056,65.
 
Saham Tesla melonjak 12,58 persen, memberikan kontribusi ke pasar. Saham Tesla masih turun lebih dari 15 persen dalam sebulan pada penutupan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Saham Apple melonjak tiga persen. Saham pembuat iPhone mencatat 10,6 persen dari kerugian bulanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Semua 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan real estat dan teknologi masing-masing naik 2,16 persen dan 2,07 persen, memimpin kenaikan. Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan lebih tinggi, dengan semua 10 saham teratas berdasarkan bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.
 
Pergerakan tersebut mengikuti minggu bergejolak di Wall Street yang melihat Nasdaq membukukan minggu terburuk sejak Maret karena investor keluar dari sektor teknologi. Untuk pekan yang berakhir Jumat, Dow turun 1,7 persen, S&P 500 turun 2,5 persen, dan Nasdaq merosot 4,1 persen.
 
Sementara itu, Inggris dan Jepang sukses mengamankan perjanjian perdagangan bebas, yang merupakan kesepakatan perdagangan besar pertama Inggris sebagai negara perdagangan independen setelah Brexit. Kesepakatan itu diharapkan memberi efek positif terhadap laju perekonomian di masa mendatang.
 
Menurut Departemen Perdagangan Internasional Inggris (DIT), kesepakatan ini mengartikan sebanyak 99 persen ekspor ke Jepang akan bebas tarif dan diharapkan dapat meningkatkan perdagangan bilateral sebesar 15,2 miliar poundsterling (sekitar USD19,5 miliar).
 
DIT mengatakan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Inggris-Jepang pada prinsipnya telah disepakati oleh Menteri Perdagangan Internasional Inggris Liz Truss dan Menteri Luar Negeri Jepang Motegi Toshimitsu. Perjanjian tersebut langkah penting bagi Inggris untuk bergabung dengan Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP).
 
Mengenai pencapaian kesepakatan ini sebagai momen bersejarah bagi Inggris dan Jepang, Truss mengatakan kesepakatan tersebut jauh melampaui kesepakatan dengan Uni Eropa (UE). Hal itu karena mengamankan kemenangan baru bagi bisnis Inggris di industri manufaktur, makanan dan minuman, dan teknologi.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif