Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Dolar AS Melempem

Ekonomi dolar as
Angga Bratadharma • 16 Mei 2020 11:03
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) turun sedikit pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), setelah data menunjukkan rekor penurunan penjualan ritel di negara itu. Sedangkan penyebaran virus korona masih menjadi persoalan yang belum kunjung selesai.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 16 Mei, 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,07 persen pada 100,4103. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,0813 dari USD1,0782 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2118 dibandingkan dengan USD1,2193 di sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia turun menjadi USD0,6417 dibandingkan dengan USD0,6430. Dolar AS membeli 107,30 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 107,23 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9722 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9744 franc Swiss, dan hingga 1,4108 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,4073 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat membalikkan kerugian sebelumnya menjadi berakhir lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), bahkan setelah data menunjukkan rekor penurunan penjualan ritel di negara itu. Sedangkan penyebaran virus korona masih menjadi persoalan yang belum kunjung selesai.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 60,08 poin atau 0,25 persen menjadi 23.685,42. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 11,20 poin atau 0,39 persen dan berakhir pada 2.863,70. Sementara itu, indeks Komposit Nasdaq naik 70,84 poin atau 0,79 persen menjadi 9.014,56.
 
Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor layanan komunikasi dan diskresi konsumen masing-masing naik 1,26 persen dan 1,06 persen, melampaui sisanya. Sedangkan sektor utilitas turun 1,41 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.
 
Departemen Perdagangan AS melaporkan penjualan ritel merosot 16,4 persen pada April. Angka itu lebih buruk dari perkiraan penurunan 12 persen. Ini adalah penurunan penjualan ritel paling tajam karena pandemi covid-19 memaksa orang Amerika untuk tetap tinggal di rumah dan banyak bisnis tutup.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif