Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Indeks S&P 500 Ditutup di Atas 3.400 untuk Pertama Kalinya

Ekonomi Wall Street
Angga Bratadharma • 25 Agustus 2020 07:19
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) merekah pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Indeks S&P 500 ditutup di atas level 3.400 untuk pertama kalinya, didukung oleh kenaikan di beberapa nama besar pada saham teknologi.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 25 Agustus 2020, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 378,13 poin atau 1,35 persen menjadi 28.308,46. Sedangkan S&P 500 naik 34,12 poin atau 1,00 persen menjadi 3.431,28. Kemudian indeks Komposit Nasdaq naik 67,92 poin atau 0,60 persen menjadi 11.379,72.
 
Saham raksasa teknologi AS Facebook, Apple, Amazon dan Google-parent Alphabet semuanya ditutup lebih tinggi. Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir menguat, dengan sektor layanan komunikasi dan teknologi masing-masing naik 1,06 persen dan 0,87 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan tujuh dari 10 saham teratas berdasarkan bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.
 
"Kami terus melihat peluang di sektor teknologi yang lebih luas di industri yang didorong oleh pandemi. Perlambatan dan tema jangka panjang (akibat pandemi covid-19) kemungkinan akan mendukung kenaikan berikutnya," kata Analis UBS dalam sebuah catatan.
 
Di sisi data, Indeks Aktivitas Nasional Fed Chicago, indeks bulanan yang dirancang untuk mengukur aktivitas ekonomi AS secara keseluruhan dan tekanan inflasi terkait, turun menjadi 1,18 pada Juli dari 5,33 pada Juni, kata Fed Chicago. Sedangkan ekonom yang disurvei oleh FactSet memperkirakan indeks berada pada level yang jauh lebih tinggi.
 
Sementara itu, risalah Federal Reserve menunjukkan pejabat the Fed percaya bahwa ketidakpastian seputar prospek ekonomi Amerika Serikat (AS) tetap sangat tinggi, dengan pergerakan ekonomi akan sangat bergantung bagaimana arah covid-19. Sejauh ini, kasus infeksi virus mematikan itu terus meningkat.
 
"Beberapa risiko terhadap prospek ekonomi telah dicatat, termasuk kemungkinan wabah virus gelombang berikutnya yang dapat mengakibatkan gangguan ekonomi berkepanjangan dan berlarut-larut," kata risalah rapat Fed.
 
Pada pertemuan tersebut, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan pengaturan kebijakan the Fed, mempertahankan suku bunga acuannya pada level rekor terendah yaitu 0-0,25 persen. Keputusan itu sambil memperingatkan bahwa kebangkitan kasus covid-19 secara nasional baru-baru ini mulai membebani pemulihan ekonomi.

 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif