Ilustrasi. FOTO: Michael Nagle/Xinhua
Ilustrasi. FOTO: Michael Nagle/Xinhua

Indeks Dow-S&P Kompak Menguat, Nasdaq Anjlok 42 Poin

Ekonomi Wall Street ekonomi amerika
Angga Bratadharma • 24 Oktober 2020 08:07
New York: Bursa saham Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Kondisi itu terjadi karena investor terus memantau perkembangan mengenai negosiasi stimulus tambahan virus korona Amerika Serikat (AS) dan mencerna beberapa laporan pendapatan perusahaan.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 24 Oktober 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 28,09 poin atau 0,10 persen menjadi 28.335,57. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 11,90 poin atau 0,34 persen menjadi 3.465,39. Kemudian indeks Komposit Nasdaq naik 42,28 poin atau 0,37 persen menjadi 11.548,28.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup menguat, dengan layanan komunikasi naik 1,07 persen, melampaui sisanya. Energi tergelincir 0,55 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terburuk. Saham Intel anjlok lebih dari 10 persen setelah perusahaan melaporkan pendapatan kuartal ketiga yang mengungkapkan penurunan tak terduga di segmen pusat datanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan enam dari 10 saham teratas berdasarkan bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis. Pergerakan itu terjadi karena ketidakpastian atas stimulus AS terus berlanjut.
 
Presiden AS Donald Trump dan Mantan Wakil Presiden Joe Biden pada Kamis malam menyalahkan partai masing-masing karena gagal mencapai kesepakatan bantuan covid-19, ketika keduanya berhadapan dalam debat Presiden terakhir sebelum Hari Pemilihan.
 
"Jika kesepakatan memiliki peluang untuk disahkan sebelum pemilihan, kemungkinan itu akan perlu dilakukan pada akhir minggu sehingga dapat dipilih oleh Senat. Itu pun harus di mark up dan diperdebatkan dulu. Itu butuh waktu. Dan itu tetap harus berlalu," kata Analis Zacks Investment Research Kevin Matras.
 
Di sisi lain, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 menyepakati kerja sama penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi global. Mereka akan menggunakan semua kebijakan luar biasa dalam melindungi masyarakat, lapangan kerja, pemulihan ekonomi, dan ketahanan sistem keuangan, dengan hati-hati mengelola potensi risiko terhadap penurunan ekonomi.
 
"Meskipun terdapat tanda-tanda pemulihan bertahap, namun perekonomian global masih menghadapi ketidakpastian yang tinggi. Pemulihan ekonomi yang parsial dan tidak merata dapat membawa prospek ekonomi global jauh dari tingkat sebelum pandemi," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
 
Ia menambahkan negara-negara G20 harus menghindari penarikan stimulus yang terlalu dini, guna mendukung pemulihan berada di jalur yang benar. Menurutnya ketersediaan dan akses atas vaksin sangat penting dalam upaya penanganan covid-19 dan mendukung pemulihan ekonomi.
 
"Indonesia berkomitmen untuk menggunakan semua perangkat kebijakan, termasuk melalui policy mix antara kebijakan fiskal, moneter, dan struktural dalam mendukung pemulihan ekonomi. Indonesia baru saja mengesahkan Omnibus Law Cipta Kerja guna mendukung investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan," pungkas dia.

 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif