Ilustrasi. AFP PHOTO/Bryan R. Smith
Ilustrasi. AFP PHOTO/Bryan R. Smith

Dow Jones Melesat 262 Poin, S&P-Nasdaq Kompak Melemah

Ekonomi Virus Korona Wall Street Ekonomi Amerika
Angga Bratadharma • 11 November 2020 07:31
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir bervariasi pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena para pedagang melakukan aksi jual di saham teknologi. Namun, bursa Wall Street masih mendapat sentimen positif dari kemenangan Joe Biden dan ditemukannya vaksin covid-19.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 11 November 2020, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 262,95 poin atau 0,90 persen menjadi 29.420,92. Sedangkan S&P 500 turun 4,97 poin atau 0,14 persen menjadi 3.545,53. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 159,93 poin atau 1,37 persen menjadi 11.553,86.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor energi naik 2,52 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan saham teknologi melemah sebanyak 1,94 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pergerakan pasar yang berbeda terjadi setelah produsen obat Amerika, Pfizer, dan perusahaan farmasi Jerman, BioNTech, mengumumkan analisis data yang menunjukkan kandidat vaksin covid-19 mereka lebih dari 90 persen efektif dalam mencegah covid-19.
 
"Investor perlu melakukan diversifikasi untuk tahap berikutnya," kata Kepala Investasi UBS Global Wealth Management Mark Haefele.
 
Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan lebih rendah pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan semua 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang Terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.
 
Sementara itu, Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai terpilihnya Joe Biden dan Kamala Harris dari Partai Demokrat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat akan berkontribusi pada upaya pemulihan perekonomian global.
 
Peneliti CIPS Pingkan Audrine Kosijungan menyampaikan optimisme itu didasarkan pada program ekonomi keduanya yang cenderung terbuka terhadap kerja sama internasional. "Hal ini juga akan membawa manfaat bagi Indonesia," katanya.
 
Selain itu, lanjut dia, terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat memberikan harapan pada situasi perang dagang dengan Tiongkok. Menurut dia, pendekatan yang diusung oleh Biden diperkirakan berbeda dengan Presiden Trump. Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Biden memungkinkan lebih mengupayakan diplomasi dalam mengatasi perang dagang.
 
Walaupun demikian, menurut Pingkan, ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian Pemerintah Indonesia terkait dengan kebijakan luar negeri Biden yang dapat diantisipasi beberapa waktu ke depan.

 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif