Ketua The Federal Reserve Jerome Powell. Foto: AFP.
Ketua The Federal Reserve Jerome Powell. Foto: AFP.

Federal Reserve Pertahankan Suku Bunga Acuan

Ekonomi The Fed
Angga Bratadharma • 30 Juli 2020 07:42
Washington: Federal Reserve Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada level rekor terendah mendekati nol persen. Selain itu, bank sentral AS memperingatkan bahwa kebangkitan kembali kasus covid-19 mulai membebani pemulihan ekonomi.
 
"Jalur ekonomi akan sangat tergantung pada perjalanan virus. Krisis kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung akan sangat membebani aktivitas ekonomi, lapangan kerja, menaikkan inflasi dalam waktu dekat, dan menimbulkan risiko yang cukup besar terhadap prospek ekonomi dalam jangka menengah," kata The Fed, dikutip dari Xinhua, Kamis, 30 Juli 2020.
 
Bank sentral AS berencana mempertahankan kisaran target untuk tingkat suku bunga acuan pada 0-0,25 persen sampai yakin ekonomi AS telah melewati tekanan dan berada di jalur untuk mencapai level pekerjaan maksimum dan menuju stabilitas harga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


The Fed memangkas suku bunga mendekati nol persen pada dua pertemuan yang tidak dijadwalkan pada Maret silam dan mulai membeli sejumlah besar surat utang dan sekuritas yang didukung hipotek agen untuk memperbaiki pasar keuangan. Kemudian, The Fed juga meluncurkan program pinjaman baru untuk menyediakan dana sebesar USD2,3 triliun guna mendukung ekonomi dalam menanggapi wabah virus korona.
 
Adapun perubahan penting yang terjadi sejak pertemuan terakhir the Fed pada awal Juni adalah tingkat infeksi virus korona telah meningkat di banyak negara bagian AS. Setidaknya 22 negara bagian AS telah menghentikan atau sebagian menunda upaya mereka untuk membuka kembali ekonomi mereka.
 
"Memang kita telah melihat beberapa tanda dalam beberapa pekan terakhir, sebagai langkah-langkah baru untuk mengendalikannya, mulai membebani aktivitas ekonomi," kata Ketua Fed Jerome Powell.
 
Powell menambahkan beberapa indikator terkait pengeluaran konsumen berdasarkan kartu debit dan kartu kredit telah menurun sejak akhir Juni. Menurutnya jalan ke depan untuk ekonomi sangat tidak pasti dan akan tergantung pada keberhasilan dalam menjaga virus korona agar tidak terus meningkat dan nantinya membebani perekonomian.
 
Dirinya mencatat pemulihan ekonomi AS sulit mencapai level penuh sampai orang-orang yakin bahwa mereka merasa aman untuk terlibat kembali dalam berbagai kegiatan.
 
"Bahkan dengan berita ekonomi yang membaik pada Mei dan Juni, aktivitas ekonomi secara keseluruhan tetap jauh di bawah levelnya sebelum pandemi dan kontraksi dalam PDB riil pada kuartal kedua kemungkinan akan menjadi yang terbesar dalam catatan," pungkas Powell.
 

(ABD)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif