Ilustrasi. FOTO: Drew Angerer/AFP
Ilustrasi. FOTO: Drew Angerer/AFP

Wabah Korona Dekati Puncaknya di AS, Wall Street Menghijau

Ekonomi wall street
Antara • 09 April 2020 06:57
New York: Saham-saham di Wall Street menguat pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Hal itu terjadi dengan Dow ditutup reli sekitar 780 poin di tengah tanda-tanda tentang wabah virus korona di Amerika Serikat mendekati puncaknya, yang juga bisa diartikan meningkatnya harapan dalam perang melawan pandemi.
 
Mengutip Antara, Kamis, 9 April 2020, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 779,71 poin atau 3,44 persen menjadi 23.433,57. Indeks S&P 500 naik 90,57 poin atau 3,41 persen menjadi 2.749,98. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 203,64 poin atau 2,58 persen menjadi 8.090,90.
 
Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih tinggi, dengan sektor real estat dan energi masing-masing naik 7,41 persen dan 6,74 persen, mengungguli sektor-sektor lainnya. Sentimen tetap berfluktuasi, tetapi investor tetap berharap tentang potensi pelambatan dalam pertumbuhan kasus virus korona baru, para ahli mencatat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Fokus utama puncak. Tampaknya yang ada di benak setiap investor saat ini adalah kapan kasus virus korona akan memuncak," kata Kepala Investasi US Wealth Management Bank Eric Freedman, di North Carolina.
 
"Pada titik tertentu, pertimbangan ekonomi benar-benar mulai terwujud. Ditambah lagi, apa yang akan menjadi mekanisme transmisi untuk ekonomi, artinya pada fase apa ekonomi akan dimulai kembali," tambahnya.
 
Lebih dari 419 ribu kasus yang dikonfirmasi telah dilaporkan di Amerika Serikat pada Rabu sore, 8 April, dengan 14.262 kematian, menurut Pusat Sains dan Teknik Sistem (CSSE) di Universitas Johns Hopkins.
 
Pasar juga menemukan beberapa dukungan setelah kandidat Presiden Demokrat AS Bernie Sanders keluar dari persaingan kandidat Presiden dari Demokrat, membuka jalan bagi kandidat yang tersisa dari partai itu Joe Biden untuk menjadi calon Demokrat.
 
Berita itu meningkatkan sentimen pasar karena Biden dipandang oleh Wall Street sebagai kandidat yang lebih ramah pasar daripada Sanders, menurut analis.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif