NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Harga Minyak Dunia Naik Tipis

Ekonomi minyak mentah
Antara • 25 Maret 2020 10:05
New York: Harga minyak dunia naik moderat pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), tetapi menetap pada level tertinggi hari itu. Kondisi tersebut karena dampak besar pandemi virus korona terhadap permintaan diimbangi harapan paket bantuan ekonomi AS yang akan datang sebesar USD2 triliun.
 
Mengutip Antara, Rabu, 25 Maret 2020, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei naik USD0,12 atau 0,4 persen menjadi USD27,15 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik USD0,65 atau 2,8 persen menjadi USD24,01 per barel.
 
India, konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, memerintahkan 1,3 miliar penduduknya untuk tetap di rumah selama tiga minggu pada Selasa waktu setempat. Pengguna bahan bakar besar terbaru itu mengumumkan pembatasan gerakan sosial yang telah menghancurkan permintaan bahan bakar bensin dan jet di seluruh dunia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pasar minyak telah dilanda guncangan kembar. Perang harga tak terduga antara Arab Saudi dan Rusia yang telah menyebabkan banjir pasokan serta pandemi yang berada di jalur untuk mengurangi permintaan bahan bakar sebanyak setidaknya 10 persen di seluruh dunia.
 
"Tidak ada yang tahu seberapa besar dunia akan berhenti. Mungkin tidak mungkin harga minyak terus stabil," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York.
 
Di awal sesi, Brent dan WTI diperdagangkan naik lebih dari lima persen. Sementara bensin berjangka AS melonjak lebih dari 30 persen di awal dan ditutup naik sekitar delapan persen.
 
The Fed meluncurkan program termasuk dukungan pembelian obligasi korporasi untuk pertama kalinya. Petinggi Demokrat dan Republik mengatakan mereka hampir mencapai kesepakatan pada paket stimulus ekonomi virus korona senilai USD2 triliun.
 
Harga minyak telah berkurang setengahnya pada 2020, terpukul oleh guncangan permintaan yang disebabkan oleh pandemi dan upaya untuk menahannya, serta penghapusan batas pasokan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lain, termasuk Rusia, ketika kesepakatan dengan OPEC+ gagal pada awal Maret.
 
Arab Saudi berencana untuk meningkatkan ekspor, meskipun mereka belum meningkatkannya pada Maret, sumber di perusahaan yang melacak aliran minyak mengatakan.
 
"Ketidakseimbangan ekstrim antara penawaran dan permintaan karena pembatasan perjalanan, baru saja mulai terungkap di pasar fisik, dan dampak sebenarnya akan dirasakan dalam beberapa minggu mendatang," kata kepala pasar minyak Rystad Energy, Bjornar Tonhaugen, dalam sebuah catatan.
 
Putaran terakhir dari laporan minyak mingguan AS diperkirakan akan menunjukkan persediaan minyak mentah naik selama sembilan minggu berturut-turut. Kelompok industri American Petroleum Institute (API) dijadwalkan akan merilis laporan pasokannya pada Selasa pukul 16.30 waktu setempat, diikuti oleh angka-angka pemerintah AS pada Rabu waktu setempat.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif