Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Harga Minyak Dunia Merosot

Ekonomi Minyak Mentah
Angga Bratadharma • 24 Oktober 2020 10:01
New York: Harga minyak dunia bergerak lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), di tengah berbagai risiko penurunan. Sejauh ini sejumlah risiko seperti kenaikan kasus infeksi covid-19 dan tidak menentunya pemulihan ekonomi akibat pandemi menjadi katalis negatif di pasar minyak.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 24 Oktober 2020, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember kehilangan 79 sen menjadi USD39,85 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun 69 sen menjadi USD41,77 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
"Meskipun harga minyak kemarin memulihkan sebagian dari kerugian besar mereka pada hari sebelumnya, kami percaya bahwa risiko penurunan mendominasi," kata Analis Energi Commerzbank Research Eugen Weinberg, dalam sebuah catatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, bursa saham Wall Street berakhir bervariasi pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Kondisi itu terjadi karena investor terus memantau perkembangan mengenai negosiasi stimulus tambahan virus korona Amerika Serikat (AS) dan mencerna beberapa laporan pendapatan perusahaan.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 28,09 poin atau 0,10 persen menjadi 28.335,57. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 11,90 poin atau 0,34 persen menjadi 3.465,39. Kemudian indeks Komposit Nasdaq naik 42,28 poin atau 0,37 persen menjadi 11.548,28.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup menguat, dengan layanan komunikasi naik 1,07 persen, melampaui sisanya. Sektor energi tergelincir 0,55 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.
 
Saham Intel anjlok lebih dari 10 persen setelah perusahaan melaporkan pendapatan kuartal ketiga yang mengungkapkan penurunan tak terduga di segmen pusat datanya.
 
Sementara itu, perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan enam dari 10 saham teratas berdasarkan bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis. Pergerakan itu terjadi karena ketidakpastian atas stimulus AS terus berlanjut.
 
Presiden AS Donald Trump dan Mantan Wakil Presiden Joe Biden pada Kamis malam menyalahkan partai masing-masing karena gagal mencapai kesepakatan bantuan covid-19, ketika keduanya berhadapan dalam debat Presiden terakhir sebelum Hari Pemilihan.
 
"Jika kesepakatan memiliki peluang untuk disahkan sebelum pemilihan, kemungkinan itu akan perlu dilakukan pada akhir minggu sehingga dapat dipilih oleh Senat. Itu pun harus di mark up dan diperdebatkan dulu. Itu butuh waktu. Dan itu tetap harus berlalu," kata Analis Zacks Investment Research Kevin Matras.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif