Ilustrasi. FOTO: Xinhua
Ilustrasi. FOTO: Xinhua

Kematian Akibat Covid-19 Naik, Harga Minyak Dunia Beragam

Ekonomi Virus Korona Minyak Mentah covid-19
Antara • 27 Januari 2021 08:00
New York: Harga minyak dunia sedikit beragam pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Meningkatnya kematian akibat covid-19 memicu kekhawatiran tentang prospek permintaan global, tetapi kerugian dibatasi oleh laporan ledakan di Arab Saudi.
 
Mengutip Antara, Rabu, 27 Januari 2021, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret mengakhiri sesi dengan kenaikan tipis tiga sen atau 0,05 persen, menjadi USD55,91 per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret turun 16 sen atau 0,3 persen, menjadi USD52,61 per barel.
 
Harga minyak mentah berjangka AS mengurangi kerugian dan minyak mentah Brent naik tipis dalam perdagangan usai penyelesaian setelah data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 5,3 juta barel dalam sepekan hingga 22 Januari menjadi sekitar 481,8 juta barel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indonesia, negara terpadat keempat di dunia, melampaui satu juta kasus covid-19 yang dikonfirmasi pada Selasa. Sementara jumlah kematian di Inggris melampaui 100 ribu orang ketika pemerintah berjuang untuk mempercepat pengiriman vaksinasi dan menjaga varian virus baru tetap terkendali.
 
Jumlah kasus di Amerika Serikat melampaui 25 juta pada Minggu waktu setempat. Lebih jauh meredam sentimen bullish, Demokrat AS masih berusaha meyakinkan anggota parlemen Republik tentang perlunya lebih banyak stimulus, menimbulkan pertanyaan tentang kapan dan dalam bentuk apa paket akan disetujui.
 
“Angka covid yang besar, perebutan vaksin, dan ketidakpastian seputar rencana stimulus Biden, semuanya berkonspirasi untuk menekan harga (minyak)," kata Direktur Energi Berjangka Mizuho Securities AS, Robert Yawger.
 
Dibandingkan dengan beberapa negara lain, peluncuran vaksin di Uni Eropa berjalan lambat dan penuh masalah, tidak terkecuali gangguan pada rantai pasokan. Harga naik sedikit setelah laporan ledakan di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, meskipun penyebabnya tidak jelas.
 
Harga minyak juga didukung oleh ketegangan geopolitik setelah dua supertanker dengan awak kapal dari Iran dan Tiongkok ditangkap pada Minggu, 24 Januari 2021 di perairan Indonesia dekat pulau Kalimantan karena dugaan transfer minyak ilegal.
 
"Harga kemungkinan akan bertahan jika penyitaan kapal oleh Indonesia diselesaikan dengan cepat dan jika ledakan hari ini di Arab Saudi terbukti merupakan insiden terisolasi yang tidak meningkatkan ketegangan regional, akibatnya tidak mempengaruhi produksi minyak," kata Kepala Pasar Minyak Rystad Energy, Bjornar Tonhaugen.
 
"Permintaan minyak pasti di bawah tekanan saat ini dan akan sementara sampai penguncian dicabut dan kecepatan infeksi covid-19 melambat," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif