Menteri Keuangan AS Janet Yellen. Foto: AFP/Chip.
Menteri Keuangan AS Janet Yellen. Foto: AFP/Chip.

Menkeu AS Klarifikasi Pernyataan soal Suku Bunga

Ekonomi suku bunga Ekonomi Amerika The Fed
Ade Hapsari Lestarini • 06 Mei 2021 08:57
Chicago: Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengklarifikasi komentar sebelumnya tentang kemungkinan Federal Reserve menaikkan suku bunga.
 
Melansir Xinhua, Kamis, 6 Mei 2021, Yellen berdalih komentar tersebut bukanlah prediksi atau rekomendasi. Namun demikian, komentar Yellen ini telah membuat investor bereaksi terhadap pasar saham.
 
Presiden Federal Reserve (The Fed) Chicago Charles Evans mengatakan dalam pidatonya di Bard College bahwa kemungkinan inflasi yang lebih tinggi masih kecil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan The Fed masih memiliki cara untuk melangkah sebelum mencapai target inflasi dua persen. Pidato itu agak membatasi pertumbuhan harga emas dunia.
 
Baca: Cegah Ekonomi 'Kepanasan', Menkeu AS Buka Opsi Naikkan Suku Bunga
 
Janet Yellen sebelumnya mengatakan ada kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga. Hal ini dilakukan agar ekonomi Negeri Paman Sam itu tidak terlalu panas (overheat).
 
Adapun kondisi overheat adalah saat ekonomi tumbuh positif, namun dibarengi dengan tingkat inflasi yang tinggi, utamanya akibat kenaikan daya beli masyarakat.
 
Opsi yang digelontorkan Yellen ini mengacu bahwa pengeluaran pemerintah hingga multi-triliun dolar yang sudah diusulkan dapat menyebabkan beberapa kenaikan sangat sederhana dalam suku bunga. Adapun rencana pengeluaran dan kenaikan pajak ini telah memicu perdebatan sengit.
 
"Mungkin suku bunga harus naik untuk memastikan bahwa ekonomi kita tidak terlalu panas," kata Yellen dalam acara yang diadakan oleh The Atlantic, dilansir dari Xinhua, Rabu, 5 Mei 2021.
 
Dia mencatat, meskipun pengeluaran tambahan yang baru-baru ini diajukan oleh Presiden Joe Biden relatif kecil dibandingkan dengan ukuran perekonomian, hal itu dapat menyebabkan kenaikan yang sangat kecil pada tingkat suku bunga.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif