Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Lagi, Bursa Saham Inggris Tergerus 1,09%

Ekonomi bursa saham Ekonomi Inggris
Antara • 28 Oktober 2020 09:17
London: Saham-saham Inggris berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), memperpanjang penurunan untuk hari kedua berturut-turut. Indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London tergerus 1,09 persen atau 63,02 poin menjadi 5.728,99.
 
Mengutip Antara, Rabu, 28 Oktobet 2020, saham M&G, perusahaan manajer investasi internasional, adalah pemain terburuk di antara saham-saham unggulan dengan harga sahamnya terperosok 7,46 persen.
 
Disusul oleh saham perusahaan pengembang perumahan Inggris Persimmon yang anjlok turun 5,45 persen, serta perusahaan asuransi jiwa dan jasa keuangan multinasional Inggris Prudential jatuh 5,21 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara HSBC Holdings, perusahaan induk jasa keuangan dan bank investasi multinasional Inggris melonjak 3,37 persen, merupakan peraih keuntungan tertinggi dari saham-saham unggulan. Diikuti saham perusahaan ritel daring bahan kebutuhan pokok Ocado Group yang terangkat 2,30 persen dan perusahaan bahan kimia Croda International menguat 2,15 persen.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena investor terus khawatir tentang infeksi covid-19 yang melonjak di AS. Pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), bursa saham Wall Street ditutup jatuh dengan Dow Jones anjlok 650 poin.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 222,19 poin atau 0,8 persen menjadi 27.463,19. Sedangkan S&P 500 turun 10,29 poin atau 0,3 persen menjadi 3.390,68. Kemudian indeks Komposit Nasdaq naik 72,41 poin atau 0,64 persen menjadi 11.431,35.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 turun, dengan sektor industri ditutup turun sebanyak 2,18 persen, memimpin penurunan. Kemudian sektor konsumen naik sebanyak 0,57 persen, grup dengan kinerja terbaik.
 
Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan enam dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.
 
Kondisi itu terjadi ketika kasus infeksi covid-19 menyebar ke seluruh Amerika Serikat dengan kecepatan tinggi. Menurut analisis data CNBC dari Universitas Johns Hopkins, kasus virus korona harian AS telah meningkat rata-rata hampir 70 ribu selama seminggu terakhir.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif